nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tolak Kurikulum Antiterorisme, Begini Cara Mendikbud Cegah Radikalisme di Sekolah

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Selasa 30 Mei 2017 06:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 05 30 337 1702898 tolak-kurikulum-antiterorisme-begini-cara-mendikbud-cegah-radikalisme-di-sekolah-TIKS7d9lvu.jpg Mendikbud Muhadjir Effendi (Foto: Ist)

BOGOR - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Men‎dikbud) Muhadjir Effendi menegaskan bahwa dirinya tidak akan memberlakukan kurikulum antiterorisme untuk menangkal para siswa dari paham radikal yang kini penyebarannya mulai marak lewat sosial media (medsos).

"Kita tidak akan menggunakan pendekatan negatif tapi menggunakan pendekatan positif, action yaitu mengisi kegiatan positif yang otomatis akan bisa mendegradasi kegiatan yang mengarah ke paham radikal itu misalnya kita pupuk kegiatan yang menggembirakan, nanti akan diberlakukan wajib upacara tiap minggu, dalam upacara nanti harus ada penguasaan lagu Indonesia Raya," kata Muhadjir di Istana Bogor, Senin 29 Mei 2017.

Muhadjir menilai, selain melakukan kegiatan positif untuk menangkal paham radikal kepada siswa, pihak sekolah juga akan mengadakan sejumlah perlombaan yang menumbuhkan rasa nasionalisme kepada pelajar. ‎Sehingga, nantinya lomba-lomba tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta Tanah Air dan Bela Negara.

"Kemudian tiap hari sebelum kegiatan dimulai lagu Indonesia Raya ditutup dengan lagu lagu kebangsaan, kemudian nanti akan ada berbagai macam lomba mulai dari bawah sampai tingkat atas yang intinya tema tema berkaitan dengan rasa nasionalisme cinta Tanah Air dan itu bagian dari pendidikan karakter kita, ada 18 karakter kita dua di antaranya cinta Tanah Air dan Bela Negara," ‎jelasnya.

Menurut Muhadjir, alasan pihaknya enggan membelakukan kurikulum antiterorisme lantaran akan menghabiskan waktu belajar mengajar para siswa di sekolah.

"‎Dan untuk anak-anak itu harus disikapi sebagai yang sifatnya temporar, anak-anak itu kan berkembang masih mudah terpengaruh dan bagaimana kita mengeleminasi pengaruh itu aja, dan enggak merata, itu hanya di kantong-kantong tertentu," ujarnya.

‎Ia mengklaim, Kemendikbud telah memiliki data penyebaran paham radikal kepada pelajar yang banyak terdampak akibat pengaruh lingkungan sekitarnya. Sebab itu, Muhadjir menuturkan, pihaknya akan memberikan penangan khusus kepada pihak sekolah yang pelajarnya banyak terdampak oleh paham radikal tersebut.

"Kita sudah punya petanya dan sekarang kita akan pertajam pemetaan itu dari semua dinas sudah menyerahkan ke kita untuk sekolah-sekolah yang rawan radikalisme dan ini akan kita pertajam dan akan kita tangani secara khusus," ‎pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini