nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cegah Radikalisme, BNPT Rekrut Netizen Sebar Pesan Damai

ant, Jurnalis · Selasa 30 Mei 2017 04:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 05 30 337 1702842 cegah-radikalisme-bnpt-rekrut-netizen-sebar-pesan-damai-6rfffdmH6Z.jpg Kepala BNPT Suhadri Alius (Foto: Okezone)

BOGOR - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) akan merekrut netizen dari kalangan anak muda yang memiliki banyak pengikut untuk menyebarkan pesan damai.

Kepala BNPT Suhardi Alius mengatakan, perekrutan anak-anak muda untuk menyebarkan pesan damai merupakan salah satu program deradikalisasi.

"Ada dua program deradikalisasi pertama untuk yang sudah terpapar, dan kedua untuk yang belum terpapar radikalisme," kata Suhardi di Istana Kepresidenan Bogor, Senin 29 Mei 2017.

Ia menyebutkan, program untuk yang sudah terpapar ditujukan untuk para napi teroris atau keluarganya. Sedangkan rehabilitasi untuk yang belum terpapar radikalisme misalnya dengan merekrut anak muda untuk menyebar pesan damai atau antiradikal.

Pihaknya juga akan menjalin kerja sama dengan Polri untuk mengungkap jaringan teroris yang luas. "Jangan sampai terjadi seperti yang kemarin itu," katanya.

Ia menyebutkan, Indonesia memang belum mempunyai undang-undang yang cukup kuat sebagai payung hukum penanganan dan pencegahan terorisme.

"Perlu semacam 'proactive law enforcement', untuk menjemput persiapan-persiapan mereka sehingga dapat digagalkan. Nah, sekarang pemerintah meminta agar pembahasan RUU itu dipercepat, supaya kita memiliki langkah hukum untuk bisa mengantisipasinya," katanya.

Ketika ditanya apakah aksi teror di Kampung Melayu dikendalikan dari luar negeri, Suhardi mengatakan mereka melakukan kontak secara online dan offline.

"Online itu kan perintah-perintah dari luar. Offline ya mereka bertema, ini terorganisir. Oleh sebab itu, online dan offline harus bisa kami antisipasi," katanya.

Ia menambahkan, dengan semakin terdesaknya ISIS di Suriah maka sebarannya sudah ke mana-mana termasuk di Asia Tenggara.

"Ini jadi medan magnet tersebut untuk mereka untuk melaksanakan jihad versi mereka yang harus diantisipasi," kata Suhardi.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini