NEWS STORY: Potret Kedekatan Wartawan dengan Negarawan Mohammad Natsir saat Berbuka Puasa

Randy Wirayudha, Okezone · Minggu 28 Mei 2017 16:18 WIB
https: img.okezone.com content 2017 05 27 337 1701366 news-story-potret-kedekatan-wartawan-dengan-nangarawan-mohammad-natsir-saat-berbuka-puasa-TFwh01auIR.png Mohammad Natsir (Foto: gahetna.nl)

APA bedanya wartawan sekarang sama kuli tinta dulu? Kalau persamaannya tentu kadang jadi “kesayangannya” pejabat dan negarawan.

Bedanya, kalau sekarang mau ketemu pejabat negara/negarawan, atau bahkan hanya sekadar pejabat direktur swasta saja harus bikin appointment atau janji.

Tidak seperti dulu yang bisa langsung bertemu tanpa harus “basa-basi” bikin janji atau jadwal bertemu. Belum lagi harus menghadapi dulu “rintangan” pengawal hingga ajudan, tidak bisa langsung saja door-to-door.

Dulu di masa ketika pejabat itu mentalnya belum birokrat. Mentalnya masih sama-sama anak bangsa yang baru lahir. Setidaknya begitu yang dirasakan jurnalis senior Mochtar Lubis di masa revolusi.

Itu yang dirasakan wartawan zaman sekarang. Beda dengan yang dirasakan Mochtar Lubis dulu, ketika dia menceritakan dekat dengan banyak negarawan dan pejabat, termasuk Menteri Penerangan, kemudian Perdana Menteri Mohammad Natsir.

“(Wartawan) semua dekat dengan pejabat. Soalnya orang Indonesia dulu belum ada yang jadi birokrat,” cetusnya dalam buku ‘Mochtar Lubis Bicara Lurus: Menjawab Pertanyaan Wartawan’.

“Contohnya Mohammad Natsir. Kalau wartawan datang ke rumahnya, pas dia buka puasa. Langsung deh dia menyambut hangat dan mengajak buka bersama. Enak sekali, bisa numpang buka puasa terus. Tak usah janjian dulu,” tandasnya.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini