nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bareskrim Hentikan Penyelidikan Kasus Antasari, Laporan SBY Masih Diproses

Dara Purnama, Jurnalis · Jum'at 19 Mei 2017 16:57 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 05 19 337 1695287 bareskrim-hentikan-penyelidikan-kasus-antasari-laporan-sby-masih-diproses-DtUJmYr9V0.jpg Antasari Azhar (foto: Okezone)
 

JAKARTA - Bareskrim Polri tidak melanjutkan proses penyelidikan terkait dua laporan mantan Ketua KPK Antasari Azhar. Dua laporan itu adalah dugaan persangkaan palsu pada proses penyidikan kasus pembunuhan Direktur PT Rajawali Putra Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen dan dugaan tindak pidana penghilangan barang bukti yang dibutuhkan dalam persidangan oleh pejabat atau penguasa dalam kasus yang sama.

Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto menjelaskan dihentikannya penyelidikan laporan Antasari ini lantaran penyidik menilai tidak ada alat bukti baru dalam mengungkap kasus ini.

"Penyidik menilai tidak ada alat bukti baru yang diserahkan Antasari sehingga tidak bisa digunakan. Jadi penyidik enggak bisa memproses atau meningkatkan penyelidikan ke penyidikan," kata Setyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (19/5/2017).

Sebelumnya, usai membuat laporan ke Bareskrim, Antasari menyebut-nyebut nama Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Antasari meyakini kasus pembunuhan Nasruddin yang menjebloskannya ke penjara bermuara kepada SBY.

Akibatnya SBY pun melaporkan balik Antasari melalui tim kuasa hukum dari Partai Demokrat terkait pencemaran nama baik, penghinaan dan fitnah oleh Antasari. Menurut Setyo, laporan SBY ini masih terus diproses di Bareskrim Polri.

"Kasus dia (Antasari) yang menjadi terlapor masih dalam proses oleh penyidik," katanya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Antasari Boyamin Saiman mengaku belum mendapat informasi dari Bareskrim terkait laporan Antasari dalam bentuk surat pemberitahuan dan perkembangan hasil penyelidikan (SP2HP) yang menjadi hak dari Antasari selaku pelapor.

"Saya menunggu surat resmi tersebut. Setelah dapat maka akan kita tentukan langkah selanjutnya setelah diskusi dengan Antasari," katanya.

Pihaknya menyesalkan Bareskrim belum memeriksa saksi ahli dari ITB yang disodorkan kubu Antasari untuk menyelidiki laporannya.

"Kami ajukan Dr. Agung Harsono dari ITB belum diperiksa namun sudah buru-buru mengatakan belum ada dua alat bukti," katanya.

Kendati demikian, pihaknya bersama Antasari menghormati proses kerja kepolisian dan apapun hasilnya.

"Yang penting Pak Antasari sudah berani melapor dengan segala resikonya tidak sekadar klaim dan teriak-teriak kriminalisasi," tukasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini