Kemenag Kebut Pembahasan RUU Perlindungan Umat Beragama

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Selasa 02 Mei 2017 17:09 WIB
https: img.okezone.com content 2017 05 02 337 1681292 kemenag-kebut-pembahasan-ruu-perlindungan-umat-beragama-zvYlgHNn8c.jpg Menag Lukman Hakim

JAKARTA - Kementerian Agama terus membahas Rancangan Undang-Undang Perlindungan Umat Beragama (RUU PUB). Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin berharap, RUU PUB tersebut dapat segara didaftarkan di Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kemekumham.

"Speed kita harus semakin cepat, timelinenya, pertengahan atau akhir Mei masuk BPHN agar segera bisa dilakukan harmonisasi dan singkronisasi dengan lainnya," kata Lukman saat memimpin rapat RUU PUB di Jakarta, Selasa (2/5/2017).

Sebelumnya, ‎pembahasan RUU PUB ini melibatkan tim Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang ), serta Pusat kerukunan Umat Bergama (PKUB) Kemenag. Lukman menargetkan agar RUU tersebut dapat menjadi prioritas di dalam Program Legislasi Nasional (‎Prolegnas‎) tahun 2018.

RUU PUB tersebut mengatur beberapa hal bidang keagamaan di Indonesia seperti majelis agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), rumah ibadah, penyiaran agama, dan lainnya.

Penyusunan RUU PUB sudah diinisiasi Kemenag pada akhir 2014 atau sejak awal kepempimpinan Menag Lukman. Ia menegaskan, bahwa tugas pemerintah adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dengan memberi rasa aman dan nyaman kepada rakyat Indonesia dalam menjamin hak beragama.

Hal tersebut, menurut Lukman, sebagaimana amanat UUD 45 Pasal 29 ayat 2, bahwa negara menjamin kemerdekaan warganya untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya.

Sebelumnya, Kepala Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Kemenag RI, Achmad Gunaryo melaporkan bahwa RUU PUB ini telah melewati uji publik yang melibatkan peserta civitas akadmika baik perguruan tinggi umum dan perguruan tinggi keagamaan. Terkait subtansi hukum juga telah dikonsultasikan kepada sejumlah pakar hukum pidana dan tokoh lintas agama.

"Kami akan melakukan satu kali konsinyering terakhir, agar lebih sempurna, dan itu secepatnya," kata Ahmad Gunaryo.

Tampak hadir juga dalam rapat ini, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Bimbingan Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaan Muharam bersama Perwakilan Peneliti dari Balitbang RI, serta Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Ferymeldi.‎

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini