Terkejutnya Jokowi saat Tahu Bemo & Kuda Bantu Anak-Anak Tumbuhkan Minat Baca

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Selasa 02 Mei 2017 16:17 WIB
https: img.okezone.com content 2017 05 02 337 1681228 terkejutnya-jokowi-saat-tahu-bemo-kuda-bantu-anak-anak-tumbuhkan-minat-baca-S2oWvupIcs.jpg Presiden Jokowi Berbincang dengan Penggiat Minat Baca di Istana (Foto: Antara))

JAKARTA - ‎Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkejut kala mengetahui berbagai perjuangan yang ditempuh oleh penggiat minat baca guna menumbuh kembangkan budaya membaca terhadap anak-anak Indonesia.

Presiden Jokowi ‎mengaku kagum dengan gerakan yang dilakukan para penggiat minat baca tersebut. Sebab, beragam cara telah ditempuh oleh mereka guna mencerdaskan anak-anak di berbagai wilayah di Tanah Air.

"‎Saya sangat surprise, sangat kagum, dan sangat kaget bahwa ternyata bermacam-macam cara telah dilaukan oleh bapak ibu penggiat literasi ini ada macam-macam. Ada yang pakai perahu yang digunakan untuk perpustkaan, ada yang jualan telur dadar plus membawa buku, ada yang jualan burger plus juga membawa buku untuk anak-anak," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (2/5/2017).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengapresiasi penggiat minat baca yang menggunakan moda transportasi bemo sembari memberikan buku-buku bacaan kepada anak sekolah. Tujuannya, kata Jokowi, supaya mengisi waktu kemacetan di jalanan dengan membaca.

"Kemudian, bemo itu juga keliling untuk memberikan bahan-bahan bacaan untuk minat baca anak-anak kita. Ini sebuah gerakan yang menurut saya sangat bagus sekali," jelas Jokowi.

Sementara, penggiat minat baca yang berada di kawasan pegungan juga diketahui menggunakan kuda dalam membawa buku-buku ‎untuk dibaca oleh anak-anak yang tinggal di pegunungan tersebut. "Karena pegunungan enggak mungkin pakai motor jadi pakai kuda. Ini katanya juga ditunggu di desa ini, sementara belum rampung ditunggu desa yang lain," lanjut Jokowi.

"Saya kira minat baca ini sangat besar akan tetapi memang karena geografi yang menyulitkan. Tapi gerakan-gerakan seperti ini saya harus sampaikan apa adanya, ini sangat bagus sekali," tambahnya.

Cara Jokowi Merayakan Hardiknas

Presiden Jokowi mengundang sebanyak ‎39 orang pegiat minat baca yang ada di Indonesia guna merayakan hari pendidikan nasional (Hardiknas) ke Istana Negara, Gambir, Jakarta Pusat. Ia pun mengapresiasi gerakan sosial tersebut dan berkomitmen membantu masalah-masalah dari gerakan yang dilakukan penggiat minat baca.

"‎Misalnya kurang buku, oke ini tugasnya pemerintah. Kemudian ada masalah ongkos biaya (pengiriman buku) tadi, ya sudah kita selesaikan. Kalau formal ada perpustakaan daerah, tapi di sisi yang lain ini adalah menurut saya, saya sangat mengapresiasi sekali gerakan-gerakan seperti ini karena tidak semua wilayah kita terjangkau oleh perpustakaan kota atau kabupaten. Ada di tempat terpencil, pesisir dan perbatasan, ingat negara kita ini besar ada 17 ribu pulau," papar Jokowi.

Ia pun telah mengintruksikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy untuk memberikan sebanyak 10 ribu buku bacaan di setiap titik-titik yang diketahui masih minim buku bacaan yang sebelumnya telah dipaparkan oleh para pegiat minat baca itu.

"Sudah ‎saya perintahkan di setiap titik-titik itu dikirim paling tidak minimal 10 ribu buku. Kerena ada yang hanya punya 100 buku tapi ada juga yang punya 7 ribu, ada yang punya 200 tapi ada juga yang sudah ada 5 ribu. Nanti akan kita sumbangkan agar macam-macam bacaan. Sekali lagi ini bisa menggerakkan minat baca anak-anak kita, dalam rangka mencari pengetahuan, mencari ilmu dari buku," papar Jokowi.

Jokowi menambahkan, pemerintah melalui Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno telah merencanakan agar pengiriman buku yang akan dibeli oleh para penggiat minat baca tersebut supaya digratiskan. Pasalnya, sejumlah penggiat baca mengeluhkan mahalnya biaya pengiriman buku lantaran lokasinya yang jauh dari pusat kota.

"‎Ini juga yang sangat penting bahwa ternyata kesulitan yang paling tidak pernah kita pikir ternyata mahal, bukan beli bukunya tapi ongkos kirimnya. karena letaknya di gunung, ada yang di perbatasan, di tepi pantai, jauh-jauh sekali, sehingga ongkos kirimnya sangat mahal," sambung Jokowi.

"Tadi saya sudah telepon Menteri BUMN supaya kantor pos agar saya tadi minta disedikan satu hari saja untuk kirim buku itu gratis. tadi udah disetujui jadi tiap bulan. Ini masukan dari para pegiat literasi agar nantinya kirim buku antar pustaka ini lebih gampang dan lebih mudah dan tidak terbebani oleh biaya hanya satu hari yang gratis nanti. tanggalnya nanti akan saya sampaikan pada para pegiat literasi ini," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini