KPU RI Minta Kasus Penggunaan Formulir C6 Orang Lain di Pilkada DKI Ditindak

Fahreza Rizky, Okezone · Kamis 20 April 2017 11:32 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 20 337 1672218 kpu-ri-minta-kasus-penggunaan-formulir-c6-orang-lain-di-pilkada-dki-ditindak-3Eodjt8L5f.jpg Ketua KPU Arief Budiman (Arif/Okezone)

JAKARTA – Bawaslu menemukan adanya warga yang menggunakan formulir C6 milik orang lain untuk memilih di Pilkada DKI Jakarta putaran kedua kemarin. Ketua KPU RI Arief Budiman menyatakan, penggunaan formulir C6 milik orang lain merupakan bentuk pelanggaran pemilu.

"Harus ditindak sesuai aturan. Orang yang gunakan formulir yang bukan haknya dan gunakan hak pilih bukan haknya maka harus ditindak sesuai regulasi. Ini penting untuk pembelajaran pemilu ke depan," kata Arief di Jakarta, Rabu (19/4/2017) malam.

Menurutnya, beberapa pelaku pelanggaran pemilu yang pernah terjadi telah ditindak secara pidana dan sudah diputuskan hukumannya oleh pengadilan. "Seingat saya di pidana tiga tahun. Ini pembelajaran kita semua, bukan penyelenggara pemilu, tetapi untuk pemilih dan peserta pemilu," tandas dia.

Sebelumnya, Bawaslu menemukan warga menggunakan formulir C6 orang lain untuk memilih di Pilkada DKI putaran kedua, Rabu 19 April 2017. Dugaan pelanggaran itu ditemukan di Jakarta Utara, Jakarta Pusat dan Jakarta Timur.

Ketua Bawaslu DKI Mimah Susanti mengatakan, kasus itu sedang diproses di Panwas Kota masing-masing.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini