Share

Anggota Dewan Minta Wakil Dekan Cabul Diberhentikan dari Jabatannya

Agregasi Jawapos.com, Media · Selasa 04 April 2017 10:32 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 04 337 1658279 anggota-dewan-minta-dekan-cabul-diberhentikan-dari-jabatannya-30YovEHCds.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Anggota Komisi X DPR Dadang Rusdiana meminta IKS, wakil dekan III di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dicopot dari jabatannya. Perilaku IKS yang diduga melakukan pencabulan kepada salah satu mahasiwanya, dinilai telah mencoreng dunia pendidikan.

"Jelas tidak terpuji. Kami sangat prihatin, segera pecat (IKS) dari jabatannya," ujarnya Selasa (4/4/2017), dikutip dari Jawa Pos.

Dadang mengungkapkan, peristiwa dugaan asusila IKS harus menjadi momentum untuk berbenah. Ke depannya, pengisian jabatan-jabatan struktural di Perguruan Tinggi Negara Negeri maupun swasta, harus dilakukan pula psikotest maupun pemeriksaan kejiwaan lainnya.

"Supaya penyimpangan kejiwaan tidak terjadi pada pimpinan-pimpinan di lembaga-lembaga pendidikan," tutur Dadang.

Dia meminta perbuatan IKS ini tidak dikaitkan dengan dunia pendidikan. Sekalipun memang, yang melakukan pencabulan adalah wakil dekan sehingga penilaian masyarakat pun akan lain. "Lembaga pendidikan kan tempat terhormat, jadi sedikit kesalahan saja akan mengundang reaksi," ujarnya.

Sebagai informasi, IKS diduga melakukan pelecehan seksual terhadap JS, 16 seorang remaja laki-laki di bawah umur. Aksi pelecehan seksual itu dilakukan di sebuah tempat sauna di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Surabaya timur.

Berdasar informasi yang dihimpun, kasus tersebut terbongkar ketika IKS mengajak JS pergi ke tempat fitness. Lokasinya di Celebrity Fitness lantai IV Galaxy Mall Surabaya, Sabtu 1 April 2017 sekira pukul 19.30. Saat itu, IKS mengajak JS ke ruang sauna di tempat fitness tersebut.

Di tempat relaksasi dengan proses mandi uap inilah, IKS diduga melakukan pelecehan seksual dengan cara memaksa ABG warga Mulyorejo itu untuk melakukan oral seks. Hanya saja saat , JS menolak. Tapi karena terus dipaksa oleh IKS, remaja tanggung itu pun memberanikan diri untuk berteriak. 

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

(ran)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini