Share

Mabes Polri Klaim Punya Bukti Kuat Al Khaththath Cs Berencana Makar

Dara Purnama, Okezone · Senin 03 April 2017 13:09 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 03 337 1657456 mabes-polri-klaim-punya-bukti-kuat-al-khaththath-berencana-makar-3lqFeb9llX.jpg Martinus Sitompul. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Mabes Polri mengklaim, penangkapan terhadap lima pelaku dugaan pemufakatan makar yakni Sekjen Forum Umat Islam Muhammad Al Khaththath, Zainudin Arsyad, Irwansyah, Dikho Nugraha dan Andry sudah berdasarkan bukti-bukti yang dikumpulkan oleh penyidik.

"Ada bukti-bukti berupa dokumen-dokumen dan kemudian pernyataan untuk mengganti rezim. Kemudian ada beberapa aliran dana. Itu semua juga akan dikumpulkan menjadi sebuah bukti pendukung dari tuduhan, dugaan akan melakukan makar ini," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (3/4/20 17).

Kendati baru sekadar proses perencanaan, kata Martin, hal itu sudah bisa dikategorikan sebagai pemufakatan makar sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 107 dan 110. "Sehingga perencanaan-perencanaan yang tersetruktur melalui rapat, melalui sebuah dokumen itu adalah bagian dari sebuah dugaan perencaan makar," katanya.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu kembali menegaskan bahwa penangkapan terhadap tersangka makat ini bukanlah suatu proses yang tanpa bukti yang kuat. "Prinsipnya begini, bahwa tuduhan terhadap orang-orang yang akan melakukan makar tentu berdasarkan hukum yang ada. Tidak ujug-ujug polisi melakukan suatu penangkapan, penahanan, suatu proses hukum tanpa didasar suatu barang bukti, alat bukti. Sehingga penyidik dalam hal ini melakukan tindakannya dengan keyakinan ada barang bukti dan dugaan yang kuat terhadap perencanaan perbuatan makar itu," tegasnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, skenario makar itu dibicarakan kelima pelaku di dua pertemuan yakni di Menteng Jakarta Pusat dan Kalibata Jakarta Selatan.

Dalam pertemuan tersebut, ada pemberian dana dan ada rencana seperti memasuki gedung MPR-DPR dengan beberapa cara seperti menabrakkan kendaraan truk di pagar belakang DPR.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini