Share

Bagaimana Nasib Beberapa Aktivis yang Ditangkap Jelang Aksi 313?

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 03 April 2017 09:28 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 03 337 1657271 bagaimana-nasib-beberapa-aktivis-yang-ditangkap-jelang-aksi-313-KXtGgKWJyh.jpg

JAKARTA - Tim Advokasi dari Koordinator Nasional Forum Keluarga Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) akan kembali menyambangi Mako Brimob di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat guna membebaskan Zainudin Arsyad, salah satu mahasiswa yang dituding melakukan makar oleh pihak kepolisian jelang Aksi 313.

Zainudin sendiri merupakan kader IMM dan Mantan Presiden BEM Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Hingga kini yang bersangkutan masih ditahan di Mako Brimob bersama Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath, Irwansyah, Dikho Nugraha dan Andry.

"Hari ini jam sembilan pagi tim Fokal IMM akan menemui penyidik untuk mengkoordinasikan pembelaan terhadap Zainudin," kata Sekretaris Kornas Fokal IMM, Azrul Tanjung kepada Okezone, Senin (3/4/2017).

Selain Arsyad, tiga orang kader IMM lainnya sempat digelandang ke Mako Brimob, mereka adalah Mantan Ketua Umum DPP IMM Beni Pramula, Eka Pitra dan Ferry. Namun, ketiganya sudah dibebaskan pada Sabtu 1 April 2017.

Azrul, yang juga Sekretaris Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah menegaskan, tuduhan makar yang dialamatkan kepada kader-kadernya sangat berlebihan. Pasalnya, apa yang mereka lakukan merupakan bagian dari upaya mengejawantahkan idealismenya.

"Pemerintah mestinya melihat itu sebagai kritik untuk kebaikan bangsa," ujarnya. Kendati demikian, ia juga mengucapkan terimakasih kepada polisi yang sudah melepaskan tiga kadernya. Namun, ia juga berharap Zainudin segera dibebaskan.

Sementara itu, Koordinator Tim Advokasi Kornas Fokal IMM, M Ihsan berkata bahwa pihaknya akan terus memberikan pendampingan hukum bagi Zainudin hingga yang bersangkutan bebas. "Fokal IMM siap membela kebenaran bersama kadernya," ujar Ihsan.

Lebih dari itu, aparat kepolisian juga diminta untuk tidak serampangan dalam menerapkan pasal makar. Jika tidak cukup bukti sebaiknya segera dibebaskan.

"Masalah ini sangat serius, jika polisi main-main rakyat tidak akan tinggal diam," pungkas Ihsan.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini