Share

Duh, Indonesia Baru Bisa Pidanakan 43 dari 800 Jenis Narkoba Baru

Silviana Dharma, Okezone · Jum'at 31 Maret 2017 15:04 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 31 337 1655588 duh-indonesia-baru-bisa-pidanakan-43-dari-800-jenis-narkoba-baru-q4CB3vf0hV.jpg Kepala BNN Komjen Budi Waseso gelar jumpa pers bersama pimpinan dan anggota DPR mengenai bahaya narkoba. Foto Okezone/Silviana Dharma

JAKARTA – Kepala Bidang Narkotika Nasional (BNN), Komjen Budi Waseso, mengungkapkan ada 800 narkoba jenis baru di dunia. Dari angka tersebut, 60 jenisnya sudah masuk ke Indonesia.

Hal itu diungkapkannya dalam sharing solusi nasional bertema ‘Indonesia Darurat Narkoba’ bersama pimpinan dan anggota DPR di Kompleks DPR/MPR, Jakarta, Jumat (31/3/2017).

Buwas menjelaskan bahwa peredaran narkoba di Indonesia berasal dari 11 negara, yakni Afrika Barat, Iran, Pakistan, China, Malaysia, Singapura, dan Iran.

"Kalau mau tahu sebenarnya, pengiriman-pengiriman dari 72 jaringan yang aktif di negara kita sudah ton jumlahnya. Semua diselundupkan jadi kita enggak tahu ke mana saja beredarnya. Hingga ada pemesanan atau transaksi. Barulah kita telisik dan telusuri, supaya bisa kita ambil barangnya, kita sita," ungkap Buwas.

"Di Indonesia dari monitoring BNN sudah masuk 60 di antaranya. Hukum kita baru bisa menindak 43 jenis. Sekarang kalau saya sebut yang 17 jenis belum berpayung hukum itu, kalian yang pakai bisa bangga ngomong ke saya. Kamu pakai saya enggak bisa ditangkap, mau apa?" lanjutnya.

Buwas menuturkan kelemahan Indonesia adalah letak geografisnya yang terdiri dari pulau-pulau, sehingga ada banyak jalan tikus untuk menyelundupkan barang haram itu. Situasi ini masih rawan di Indonesia. Selain itu, produksi ganja di dalam negeri juga menjadi sorotan.

"Memang persoalan narkotika ini setelah saya masuk BNN luar biasa menakutkan,” ujarnya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini