nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dewan Pers Wakili Indonesia dalam Seminar Kebebasan Pers Dunia di Markas UNESCO

Awaludin, Jurnalis · Jum'at 24 Maret 2017 23:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 03 24 337 1651003 dewan-pers-wakili-indonesia-dalam-seminar-kebebasan-pers-dunia-di-markas-unesco-HJFydMQGN8.jpg Perwakilan Dewan Pers Indonesia Dr Sinyo Harry Sarundajang dalam acara persiapan Hari Pers Dunia 2017 di markas UNESCO, Paris. (Foto: Istimewa)

PARIS - UNESCO menggelar seminar bertema 'Journalism Under Fire: Challange of Our Times'. Kegiatan tersebut dihelat dalam rangka menyambut pelaksanaan Hari Kebebasan Pers Dunia 2017 (Word Press Freedom Day-WPFD), yang akan diselenggarakan di Jakarta, pada 1-4 Mei 2017.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Okezone, Jumat (24/3/2017), seminar tersebut digelar di markas besar UNESCO, Paris. Diharapkan, hasil diskusi pada seminar dapat berkontribusi dalam penguatan kebebasan berekspresi dan pemberitaan. Pasalnya, komunitas modern saat ini tidak dapat berfungsi dan berkembang dengan baik tanpa jurnalisme yang bebas, independen dan profesional dan harus didasarkan pada prinsip-prinsip pemeriksaan fakta pluralitas opini-opini yang dikemukakan, kerahasiaan sumber-sumber media dan keselamatan para jurnalis.

Menariknya, empat panel diskusi dilaksanakan berupa debat televisi yang menghadirkan pembicara-pembicara ahli dari berbagai negara. Para ahli itu di antaranya berasal dari Amerika Serikat, Inggris, Austria, Tunisia, Finlandia, Brazil, El Savador, Qatar, Rusia, Prancis, dan Filipina.

Dewan Pers Indonesia turut diundang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dan diwakili Dr Sinyo Harry Sarundajang. Ia memberikan sambutan dalam jamuan makan malam yang dipersiapkan oleh perwakilan tetap RI untuk UNESCO bekerjasama dengan perwakilan tetap Finlandia untuk UNESCO. Finlandia sendiri merupakan tuan rumah WPFD 2016.

Sarundajang memaparkan secara singkat perkembangan pers di Indonesia sekaligus persiapan Indonesia sebagai tuan rumah WPFD 2017. Ia turut mengundang para peserta seminar untuk hadir di Jakarta berpartisipasi dalam kegiatan hari pers dan kebebasan dunia.

Duta Besar Indonesia untuk Perancis dan UNESCO, Hotmangaraja Panjaitan; Duta Besar dan Delegasi tetap Finlandia untuk UNESCO Pekka Pustinen; Ketua Dewan Eksekutif UNESCO Michael Worb dan asisten Dirjen komunikasi dan Informasi UNESCO juga hadir dalam acara ini.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini