nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hari Air Sedunia, Kondisi Sungai di Indonesia Memprihatinkan

Hari Istiawan, Jurnalis · Rabu 22 Maret 2017 10:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 03 22 337 1648855 hari-air-sedunia-kondisi-sungai-di-indonesia-memprihatinkan-4mSwxcBmoY.jpeg Foto: dok. Okezone

MALANG - Indonesia memiliki sedikitnya 5.590 sungai utama dan 65.017 anak sungai yang tersebar di nusantara. Dari jumlah sungai utama itu, Daerah Aliran Sungai (DAS) mencapai 1.512.466 kilometer persegi.

Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang dikeluarkan September 2016 menyebutkan, kerusakan DAS sungai di Indonesia cenderung meningkat dari tahu ke tahun.

DAS di Indonesia mempunyai fungsi dan peran untuk menopang kelangsungan makhluk hidup di sekitarnya. Baik fungsi hidrologis maupun untuk menjaga keanekaragaman hayati, nilai ekonomi, budaya, transportasi, pariwisata dan lainnya.

Namun, sebagian besar DAS di Indonesia mengalami kerusakan akibat perubahan tata guna lahan, pertambahan jumlah penduduk, serta kurangnya kesadaran masyarakat terhadap lestarinya lingkungan DAS. Gejala ini juga bisa dilihat dari dari penyusutan luas hutan dan kerusakan lahan terutama kawasan lindung di sekitar DAS.

Dalam Buku Statistik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun 2015 yang dikeluarkan Pusat Data dan Informasi KLHK pada September 2016, disebutkan pada daerah aliran sungai terdapat berbagai macam penggunaan lahan, misalnya hutan, lahan pertanian, pedesaan dan jalan. Dari evaluasi 106 DAS di seluruh Indonesia yang menjadi prioritas, sebanyak 52 DAS mengalami pencemaran berat dan 20 DAS mengalami pencemaran sedang-berat, serta 7 DAS terkategori tercemar ringan-berat.

Dari 52 DAS yang mengalami cemar berat, sebanyak 11 di antaranya berada di Pulau Jawa dengan 3 DAS terkategori cemar sedang-berat yaitu DAS Ciliwing, Cisadane, Bengawan Solo. Tujuh dari 11 DAS yang mengalami cemar berat berada di Jawa Timur, yaitu Bengawan Solo, Madiun, Kali Surabaya, Kali Tengah, Kali Porong, Kali Mas, dan Kali Brantas.

Kerusakan DAS yang terjadi menurut laporan tersebut, mengakibatkan kuantitas (debit) air sungai menjadi fluktuatif antara musim penghujan dan kemarau. Selain itu juga penurunan cadangan air serta tingginya laju sedimentasi dan erosi. Dampak yang dirasakan kemudian adalah terjadinya banjir di musim penghujan dan kekeringan di musim kemarau.

Kerusakan Daerah Aliran Sungai juga mengakibatkan menurunnya kualitas air sungai. Terjadi pencemaran yang diakibatkan oleh erosi dari lahan kritis, limbah rumah tangga, limbah industri, limbah pertanian (perkebunan) dan limbah pertambangan. Pencemaran air sungai di Indonesia juga menjadi masalah tersendiri yang sangat serius.

Dwi Sawung, Pengkampanye Perkotaan dan Energi, Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menilai hingga kini belum ada upaya yang berdampak signifikan terhadap penanganan pencemaran sungai terutama di sektor pencemaran akibat limbah indsutri maupun limbah domestik.

“Penanaman-penanaman pohon di bagian hulu juga tidak akan berdampak kalau alih fungsi lahan di hulu tidak dihentikan,” kata Dwi Sawung saat dihubungi Okezone, Rabu (22/3/2017).

Menurutnya, penegakan hukum terhadap industri yang membuang limbahnya ke sungai-sungai juga masih lemah. Dari ratusan industri yang membuang limbah ke sungai hanya sebagian kecil saja yang masuk ke ranah hukum. “Penegakan hukum dan pengawasan terhadap industri yang mencemari sungai masih lemah,” ujarnya.

Dwi Sawung menyontohkan, Walhi pernah menang di pengadilan tingkat satu dan dua terhadap industri yang mencemari sungai. Di pengadilan itu juga diperintahkan untuk mencabut pembuangan limbah cair ke sungai namun perusahaan itu masih tetap membuang limbah cair ke sungai.

Sedangkan untuk penanganan limbah domestik juga perlu dibuat sistem pengelolaan, terutama kota-kota besar di Jawa agar limbah domestik yang dibuang ke sungai tidak mencemari. “Penegakan hukum masih lemah terhadap industri pencemar sungai,” kata dia.

Hari ini 22 Maret merupakan peringatan Hari Air Sedunia. Yuk kita bangun kesadaran pentingnya menjaga dan melestarikan sungai agar alam tidak murka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini