nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

MK Sidangkan Sengketa Pilkada Kabupaten Maybrat Papua

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Jum'at 17 Maret 2017 13:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 03 17 337 1645235 mk-sidangkan-sengketa-pilkada-kabupaten-maybrat-papua-y0DlT6AOGK.JPG Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) mulai menggelar sidang pertama atas permohonan atas perselisihan pilkada serentak 15 Februari lalu. Salah satu yang digugat ke MK adalah hasil Pilkada di Kabupaten Maybrat, Papua Barat.

Dalam pilkada ini diikuti dua pasangan calon (paslon) yakni Paslon Nomor Urut 1, Benny Sagrim-Pancalis Kocu, Paslon Nomor Urut 2 Karel Murafer-Yance Way. Pasangan nomor urut 2 inilah yang menggugat ke MK. Untuk menghemat waktu, hakim MK pun dipecah menjadi dua panel. Panel 1 dipimpin Ketua MK Arief Hidayat yang didampingi Hakim Konstitusi Suhartoyo, Maria Farida Indrati, Wahiduddin Adams.

Sedangkan Panel 2 dipimpin oleh Wakil Ketua MK Anwar Usman, didampingi oleh Hakim Konstitusi I Dewa Gede Palguna, Manahan Sitompul dan Aswanto. Untuk perselisihan Pilkada Kabupaten Maybrat, Papua Barat, yang masuk dalam Panel 2, sidang digelar pada Kamis  sore pukul 16.00 WIB dengan nomor Perkara: 10/PHP.BUP-XV/2017.

Pemohon mengajukan  Pembatalan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Maybrat No. 25/Kpts-KPU.MBT/II/2017, Tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara, Penetapan dan Pengumuman Hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Maybrat Tahun 2017, tanggal 25 Februari 2017.

Kuasa hukum Paslon Nomor 2, Yance Salambauw, usai  sdiang di MK mengatakan, pihaknya optimistis MK akan mengabulkan tuntutannya, sebab dalam pembacaan permohonan setebal 68 halaman, tidak koreksi dari Panel 2 MK. "Ini yang membuat kita optimsitis," kata Yance di Gedung MK, Jakarta, Kamis 16 Maret 2017.

Setelah pembacaan permohonan pada sidang pertama itu lanjut Yance, MK mempersilakan KPU dan pihak terkait untuk menjawab dalam sidang lanjutan pada Selasa 21 Maret mendatang. "Jadi kita nanti tinggal membuktikan fakta dan dalil-dalil yang kita ajukan," tutur Yance.

Yance menjelaskan, persoalan muncul saat KPU Maybrat menetapkan pasangan nomor urut satu, Karel Murafer-Paskalis Kocu sebagai pemenang dengan perolehan suara, 14,459, dan pasangan nomor urut 2, Karel Murafer Yance Way dengan perolehan suara sebesar 14.364, hanya selisih 94 suara. Hasil rekapitualsi inilah yang digugat ke MK karena menurut pasangan nomor urut 2, banyak kecurangan terjadi, bukan hanya pada saat penghitungan tetapi sebelum pencoblosan, pada saat pencoblosan, dan kemudian pada proses rekapitulasi.

Semua bukti atas pelanggaran inilah yang dibawa ke MK di Jakarta. "Kami yakin MK akan adil dalam mengambil keputusan yaitu membatalkan kemennagan pasangan nomor urut 1 Karel Murafer-Yance Way, sebab kecurangan yang dilakukan tim sukses paslon 1 sangat nyata dan vulgar," ucap dia.

(ran)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini