Spanduk Penolakan Menyalati Jenazah Berpotensi Timbulkan Perpecahan

Dara Purnama, Okezone · Selasa 14 Maret 2017 14:36 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 14 337 1642329 spanduk-penolakan-menyalati-jenazah-berpotensi-timbulkan-perpecahan-bXiQEfUTH2.jpg Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Boy Rafli (foto: Okezone)
 

JAKARTA - Maraknya spanduk penolakan untuk menyalati jenazah pendukung penista agama pada tahapan Pemilihan Gubernur DKI Jakarta di masjid-masjid dinilai Polri sebagai bentuk penyebaran hasutan dan kebencian.

"Tentu berpotensi menimbulkan perpecahan, upaya kita mensosialisasikan semangat toleransi," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (14/3/2017).

 

Oleh karena itu, ia mengimbau para pemasang spanduk agar berhenti memasang spanduk tersebut.

"Kami imbau, pihak yang memproduksi spanduk itu tidak melanjutkan (pemasangan)," sambung mantan Kapolda Banten ini.

Menurut mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini, memandikan jenazah adalah kewajiban bagi umat Islam yang masih hidup. Sehingga tak pantas bila ada pemasangan spanduk penolakan itu.

"Kesadaran kita untuk mengurus dan mendoakan saudara kita yang meninggal," katanya.

Polri sendiri, lanjut dia, sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menertibkan spanduk tersebut.

Sebelumnya sejumlah spanduk terpampang di beberapa masjid di Jakarta Selatan. Dituliskan bahwa masjid menolak untuk memandikan dan menyalatkan jenazah pendukung penista agama.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini