nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Masalah Sengketa Hasil Pilkada Diputus oleh Delapan Hakim

Dara Purnama, Jurnalis · Sabtu 25 Februari 2017 14:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 02 25 337 1627971 tak-masalah-sengketa-hasil-pilkada-diputus-oleh-delapan-hakim-Fp8JorVEm9.jpg Mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sidang sengketa hasil Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) di Mahkamah Konstitusi (MK) sementara akan disidangkan delapan hakim. Pasalnya satu hakim, yakni Patrialis Akbar sudah diberhentikan secara tidak hormat sebagai hakim MK karena melanggar kode etik.

Sebagaimana biasanya sidang sengketa perselisihan hasil Pilkada, disidangkan oleh sembilan hakim konstitusi di mana mereka dibagi ke dalam tiga panel dan masing-masing panel diisi tiga hakim. Dengan minusnya satu hakim otomatis satu panel hanya diisi dua hakim.

Menurut mantan Ketua MK Jimly Asshidiqie hal itu tidak masalah. Sebab dalam Peraturan MK, aturannya minimal hanya 7 hakim untuk pengambilan keputusan.

"Enggak apa-apa yang penting MK itu minimal 7 orang. Kalau dia 8 lebih dari cukup yang penting tidak boleh sakit selama persidangan. Tidak boleh wara-wiri ke tempat acara lain supaya kalau misalnya sakit satu orang kan dag dig dug kita. Mudah-mudahan sehat semua mereka dan tidak ada masalah," kata Jimly di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (25/2/2017).

Karena itu, pihaknya meminta kepada panitia seleksi yang sudah terbentuk untuk mencari calon hakim pengganti Patrialis Akbar tidak perlu bekerja tergesa-gesa.

"Jadi cukup itu kan mereka ada 8 orang. Menurut aturan minmal 7 orang. Ini mereka ada delapan. Jadi yang rekruimen satu calon hakim tidak perlu tergesa-gesa dan nyarinya sembarangan karena buru-buru. Enggak ada masalah kok. Tujuh orang bisa. Apalagi ini ada delapan," katanya

Beberapa kabupaten dan kota sudah meregister perkara perselisihan Pilkada di panitera MK. Hingga Jumat 24 Februari 2017 sudah ada lima antara lain Kabupaten Takalar, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kabupaten Gayo Leus, Kabupaten Dogiai, dan Kota Kendari.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini