nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Besok, Mantan Kapolri Akan Beri Keterangan Terkait Kasus Antasari

Reni Lestari, Jurnalis · Rabu 22 Februari 2017 22:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 02 22 337 1625683 besok-mantan-kapolri-akan-beri-keterangan-terkait-kasus-antasari-A3p6WtboxU.jpg foto: antara

JAKARTA - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan Jenderal (purn) Bambang Hendarso Danuri akan angkat bicara terkait kasus mantan Ketua KPK Antasari Azhar. Bambang diketahui merupakan Kapolri pada saat kasus pembunuhan yang melibatkan Antasari terjadi, yakni pada 2009. 

"Besok saya mendapat kabar kemungkinan besar Pak Mantan Kapolri, Pak Bambang Hendarso dan para penyidiknya akan membuat keterangan resmi mengenai kasus itu," kata Tito dalam rapat dengar pendapat di Komisi III DPR, Rabu (22/2/2017). 

Tito mengatakan Bambang sendiri yang akan memimpin keterangan pers besok. 

"Ini penyidik semua berkeberatan dan besok yang memimpin langsung saya mendapat kabar adalah pak Bambang Hendarso sendiri yang memberikan keterangan resmi," jelas dia. 

Sebelumnya, pimpinan Komisi III fraksi Demokrat Benny K Harman sempat protes kepada Tito mengenai pernyataan Antasari yang menyudutkan Ketua umumnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Benny lantas menuding Polri memberi ruang bagi Antasari untuk memberi pernyataan tersebut. 

Hal ini dibantah oleh Tito yang menyebut, pihak terlapor dari laporan yang dilayangkan Antasari adalah penyidik Polda Metro yang menangani kasusnya dulu. 

Sedangkan mengenai pernyataan yang menimbulkan kontroversi tersebut, dilontarkan Antasari  usai melayangkan laporan ke Bareskrim, Tito menegaskan Polri tidak memfasilitasi hal tersebut. 

"Pada waktu keluar, mungkin yang bersangkurtan memberikan komentar yang lain yang mengarah kepada bapak SBY dan kemudian ada laporan lagi, dari beliau kepada pak SBY terhadap pencemaran nama baik, fitnah, ini kita proses jadi tidak ada kita setting," ungkap dia. 

Justru, lanjut Tito yang dirugikan dalam laporan tersebut bukanlah SBY melainkan Polri. 

"Justru Polri yang dirugikan karena yang diserang dari penyidik, sedangkan serangan kepada Pak SBY enggak ada secara laporan, tidak ada tertulis, tidak ada," tukas Tito. (sym)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini