nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

DPR: Beraroma Politis, Wajar SBY Polisikan Antasari Azhar

Bayu Septianto, Jurnalis · Kamis 16 Februari 2017 14:53 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 02 16 337 1620099 dpr-beraroma-politis-wajar-sby-polisikan-antasari-azhar-BGuWzXSMjt.jpg SBY dan Antasari Azhar (Foto: Ist)

JAKARTA - Usai mendapatkan grasi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar mengungkapkan adanya dugaan kriminalisasi dalam perkara yang menjeratnya. Ia menuduh Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono sebagai inisiator kasus pembunuhan tersebut.

Anggota Komisi III DPR RI Muhammad Syafii menjelaskan, tak menutup kemungkinan adanya unsur politis dalam pernyataan Antasari itu. Pasalnya, ucapan Antasari dikeluarkan sehari menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017.

"Kalau itu saya berani mengatakan tidak tertutup kemungkinan. Tidak tertutup kemungkinan bahwa ungkapan bahwa dia dikriminalisasi sehari sebelum pilkada itu, itu bermotif politik, tidak tertutup kemungkinan," ujar Syafii di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (16/2/2017).

Politikus Partai Gerindra itu menilai wajar respons SBY yang melaporkan ke kepolisian atas dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Antasari terhadap SBY.

"Berarti kan dia (SBY) ingin meyakinkan secara hukum, bahwa mereka tidak pernah melakukan kriminalisasi. Jadi ini biasa lah ya saling mengadukan, tapi keputusannya di tangan penyidik siapa yang benar," ujar Syafii.

Syafii berharap, adanya kedua belah pihak segera menyelesaikan masalah tersebut dengan cara-cara yang halus.

"Sebaiknya ya memang mereka menyelesaikannya dengan cara-cara yang smooth-lah, itu aja. Tapi saya tidak menyalahkan juga proses yang ditempuh Antasari dan juga antisipasi yang dilakukan Pak SBY, karena secara hukum kan warga negara ini sama-sama memiliki kedudukan hukum," harapnya.

Antasari diketahui merupakan terpidana perkara pembunuhan bos PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen. Antasari divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan 18 tahun kurungan penjara.

Antasari Azhar keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1A Tangerang, Banten, Kamis, 10 November 2016 setelah mendapatkan bebas bersyarat. Antasari Azhar kemudian mendapatkan grasi dari Presiden Jokowi.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini