Jabatan Ahok Ada di Tangan JPU

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Senin 06 Februari 2017 12:58 WIB
https: img.okezone.com content 2017 02 06 337 1610494 jabatan-ahok-ada-di-tangan-jpu-6t4FQ3tMgX.jpg Mendagri, Tjahjo Kumolo (foto: Okezone)

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyebut proses pemberhentian sementara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Gubernur DKI Jakarta tergantung tuntuan jaksa penuntut umum (JPU) di persidangan perkara dugaan penistaan agama yang menjeratnya.

Cuti Ahok diketahui akan berakhir pada 11 Februari 2017. Tjahjo menerangkan, ‎pihaknya tengah menunggu apakah JPU akan menuntut lima tahun penjara Ahok sesuai tuntutan maksimal dari Pasal 156a tentang Penodaan Agama atau tidak.

"Saya tetap berpegang pada aturan yang ada. Kami menunggu tuntutan jaksa setelah saksi-saksi ini. Kalau tuntutannya di atas lima tahun, pasti saya akan berhentikan sementara," kata Tjahjo di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (6/2/2017).

Politikus PDI Perjuangan itu menambahkan, pihaknya akan tetap mengembalikan jabatan orang nomor 1 di Ibu Kota tersebut kepada Ahok selama belum adanya tuntutan lima tahun dari JPU.

"Kampanye selesai. Ya saya kembalikan kepada pejabat itu. Sekarang ini ada kok calon petahana gubernur yang maju lagi, sudah keputusan inkracht di hukum, tapi masih nyalon boleh kok," lanjut Tjahjo.

"Makanya, supaya saya enggak salah, kami menunggu tuntutan jaksa. Kalau dituntut ancamannya lima tahun ke atas (ya diberhentikan). Ini kan masalahnya tidak dihukum dia, tidak ditahan," tandasnya.

(wal)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini