Polri Didesak Proses Oknum Pemeras Bandar Narkoba

Agregasi Antara, · Jum'at 03 Februari 2017 11:33 WIB
https: img.okezone.com content 2017 02 03 337 1608418 polri-didesak-proses-oknum-pemeras-bandar-narkoba-hvGTbf0XDz.jpg

JAKARTA - Polri disarankan segera meneruskan ke penuntut umum kasus yang melibatkan seorang perwira menengah berinisial KPS yang diduga memeras terpidana mati kasus narkoba Chandra Halim alias Akiong.

Pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar menyatakan jika kepolisian sudah memiliki alat bukti kuat maka institusi kepolisian tidak perlu menunda langkah hukum tersebut.

"Jangan dengan alasan karena kesibukan menjadi peluang untuk olah mengolah pasal yang cenderung mengarah pada upaya untuk meringankan atau tujuan lain yang tidak sejalan dengan usaha keterbukaan Polri dalam memproses perkara dengan cepat," kata Bambang, Jumat (3/2/2017).

Sementara itu LSM Gerakan Nasional Antinarkotika (Granat) mendesak kepolisian untuk terbuka dalam proses pemeriksaan terhadap oknum kepolisian yang terlibat dalam pemerasan kasus narkoba.

"Tentunya polisi harus terbuka soal pemeriksaan itu," kata Dewan Pendiri Granat, Henry Yosodiningrat.

Menurutnya, jika pemeriksaan bersifatb tertutup, maka oknum yang terlibat pemerasan kasus narkoba itu akan menjadi penghambat dalam kinerja kepolisian dalam memberantas narkoba.

Terlebih jika TPFG telah menyebutkan temuan adanya oknum kepolisian yang terlibat dalam pemerasan itu.

Sebelumnya, Propam dan Bareskrim Mabes Pori tengah memproses pemeriksaan terhadap perwira menengah berinisial KPS yang diduga memeras terpidana mati kasus narkoba, Chandra Halim alias Akiong.

"Statusnya terperiksa di Propam dan Bareskrim. Proses pemeriksaannya berjalan simultan baik di Propam dan Tipikor," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar.

Dikatakan Boy, saat ini perwira menengah itu masih berstatus nonjob. Polri menemukan adanya indikasi penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh yang bersangkutan. Indikasi ini ditemukan oleh Tim Pencari Fakta Gabungan (TPFG) bentukan Polri ketika tim ini sedang mengusut kebenaran isu aliran dana dari terpidana mati mendiang Freddy Budiman kepada pejabat Polri.

Sidang PK Freddy Budiman

"Soal aliran dana dari Akiong ke seorang pamen sedang diusut Propam Polri. Aliran dananya Rp668 juta. Itu bukan dari Freddy Budiman," kata anggota TPFG, Effendi Gazali.

Sekadar mengingatkan, pada pertengahan 2016 lalu, Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar menyebut adanya keterlibatan oknum aparat dalam kasus Freddy Budiman. Dalam pernyataannya, Haris mengatakan pada 2014 dirinya pernah bertemu Freddy Budiman dan sempat bercerita banyak soal adanya keterlibatan oknum tersebut dalam peredaran narkoba di Indonesia.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini