Inilah Wanita Cantik dalam OTT Patrialis Akbar

Arie Dwi Satrio, Okezone · Sabtu 28 Januari 2017 22:18 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 28 337 1603724 inilah-wanita-cantik-dalam-ott-patrialis-akbar-QKrYz6WpSA.jpg Patrialis Akbar (Antara)

JAKARTA – Anggita Eka Putri, wanita cantik berumur 24 tahun, ikut diaman‎kan Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat operasi tangkap tangan (OTT) terhadap mantan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar di pusat perbelanjaan Grand Indonesia, Jakarta Pusat.

Anggita langsung digiring ke markas KPK, Jalan HR Rasuna Said‎, Kuningan, Jakarta Selatan, bersama dengan Patrialis Akbar, usai membeli peralatan kosmetik di Grand Indonesia pada Rabu, 25 Januari 2017, malam.

Janda muda beranak satu tersebut ikut diperiksa penyidik lembaga antirasuah bersamaan dengan Patrialis Akbar. Wanita berparas cantik dan berkulit putih itu rampung menjalani pemeriksaan dengan mengenakan kemeja motif garis ‎pada Jumat, 27 Januari 2017 dini hari.

Namun, saat ini Anggita masih berstatus sebagai saksi untuk melengkapi berkas perkara Mantan Menkumham era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu. Diduga, ada aliran uang suap yang akan diberikan Patrialis untuk Anggita.

"Ya, kita masih butuh keterangannya‎. Nanti akan kita update lagi yah," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi Okezone, Jumat, 27 Januari 2017.

Anggita Eka Putri (Foto: Arie Dwi/Okezone)

Meski begitu, belum diketahui apa hubungan antara Anggita dengan mantan politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu. KPK pun membantah adanya gratifikasi seks dalam tangkap tangan Patrialis Akbar.

"Bahwa tidak ada gratifikasi Seks. Kami belum mendapatkan‎ informasi itu," ujar Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief saat menggelar konferensi pers di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 26 Januari 2017.

Sebelumnya diketahui, KPK telah menetapkan empat orang tersangka terkait skandal dugaan suap judicial review Undang-Undang nomor 14 Tahun 2014 tentang peternakan dan kesehatan hewan di Mahkamah Konstitusi (MK).

Empat tersangka tersebut adalah hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar sebagai penerima suap, Kamaludin sebagai perantara suap, dan pengusaha impor daging Basuki Hariman beserta sekretarisnya, NG Fenny.

Selain mengamankan empat tersangka, Tim Satgas KPK menyita beberapa alat bukti hasil dari OTT pada Rabu, 25 Januari 2017 di tiga lokasi berbeda di kawasan Jakarta.

Barang bukti tersebut yakni dokumen pembukuan perusahaan milik Basuki Hariman, voucher pembelian mata uang asing, dan draf putusan perkara nomor 129.

Atas perbuatannya, Patrialis dan Kamaludin disangkakan melanggar Pasal 12 C atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) seperti diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Adapun kepada Basuki dan Fenny yang diduga sebagai pihak pemberi suap, KPK menjerat dengan Pasal 6 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pemberantasan Korupsi (Tipikor) Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini