nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tangani Penderita ODHA, Mensos Godok Draf Layanan Rehabilitasi Sosial

Djamhari, Jurnalis · Jum'at 20 Januari 2017 17:34 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 01 20 337 1596840 tangani-penderita-odha-mensos-godok-draf-layanan-rehabilitasi-sosial-TAvkWkUy6N.jpg Mensos RI Khofifah Indar Parawansa (Foto:Okezone)

BEKASI - Menteri Sosial (Mensos) RI, Khofifah Indarparawansa mengakui, sedang menyusun draf layanan rehabilitasi sosial bagi mereka yang terjangkit HIV/AIDS (ODHA). Dengan konsep layanan kemandirian bagi mereka, penderita ODHA diharapkan dapat menghilangkan stigma dan diskriminasi di tengah masyarakat yang masih kuat.

"Konsep ini mem-breakdown dari UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Di mana pemerintah memberikan mandat kepada Kemensos untuk menangani dan memberikan layanan rehabiltasi sosial bagi mereka yang terjangkit ODHA," kata Khofifah di Hotel Santika, Bekasi, Jumat (20/1/2017).

Menurutnya, pihaknya dalam menjalankan mandat itu dengan menyusun draf layanan rehabilitasi bagi penderita ODHA berupa konsep layanan kemandirian untuk meningkatkan status mereka, terutama ekonomi penderita ODHA. Konsep layanan ini akan diberikan lewat program-program pelatihan usaha dan lainnya.

"Mudah-mudahan konsep ini bisa bersinergi dengan semua pihak, khususnya bagi Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) yang peduli terhadap penderita ODHA, maupun seluruh pemda di Indonesia untuk bisa saksama melakukan sosialisasi layanan rehabilitasi sosial ini," kata Khofifah.

Lanjut Khofifah, untuk memastikan konsep layanan rehabitasi bagi penderita ODHA, hari ini, Jumat (20/1/2017), Kemensos, Kemenkes, dan Kemendagri melakukan rapat guna membuat konsep terkait layanan tersebut agar memiliki standar nasional dalam layanan sosial bagi penderita ODHA.

"Jadi harapan kami 2018 nanti, konsep layanan rehabilitasi sosial bagi penderita ODHA sudah memiliki standarisasi layanan. Dengan begitu, kami bisa bersinergi dan bermitra bersama LKS peduli ODHA untuk memaksimalkan layanan program rehabilitasi sosial kemandirian ini," terang Khofifah.

Sementara itu, diakui Khofifah, perhatian pemerintah terhadap layanan rehabilitasi bagi penderita ODHA sampai hari ini, memang masih sangat kecil jika melihat anggaran yang ada per tahunnya yakni senilai Rp4 miliar. "Dana itu saya yakini masih jauh untuk bisa memenuhi dan memberikan layanan bagi pederita ODHA," ujarnya.

Namun demikian, Khofifah memaparkan, jika konsep layanan rehabilitasi sosial bagi penderita ODHA ini selesai, pemerintah sudah menyiapkan anggaran bagi setiap penderita ODHA senilai Rp6,5 juta per tahun. Dana tersebut akan digunakan untuk konsep program kemandirian.

"Nilai itu disiapkan antara lain, Rp5 juta untuk modal, Rp1,5 juta untuk pemenuhan kebutuhan penderita ODHA dalam men-support program layanan rehabilitasi sosial dengan konsep kemandirian untuk meminimalisasi stigma dan diskriminasi yang saat ini masih kuat bagi mereka," ungkap Khofifah.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini