nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aksi 212 Punya Standar Tinggi dalam Menyampaikan Aspirasi

Dara Purnama, Jurnalis · Selasa 17 Januari 2017 16:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 01 17 337 1593747 aksi-212-punya-standar-tinggi-dalam-menyampaikan-aspirasi-woK9V0GXw3.jpg Aksi Damai 2 Desember

JAKARTA - Pengamat Komunikasi Politik, Efendi Ghazali menyatakan dalam menyampaikan aspirasi bisa dilakukan dengan cara positif.

Hal itu disampaikannya dalam diskusi 'Fatwa MUI dan Hukum Positif' yang diselenggarakan oleh Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian Irjen Remigius Sigid Tri Hardjanto.

"Tadi saya hanya bicara pada bagaimana, bukan melihat fatwa itu hukum positif atau bukan, tapi lebih bagaimana fatwa pun menyampaikan dengan cara positif," kata Efendi di Kompleks STIK-PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (17/1/2017).

Cara yang positif, tolak ukurnya adalah bagaimana fatwa itu mampu diterima dan dilaksanakan dengan persepsi positif oleh publik.

"Jadi ketika ada kelompok lain yang ingin melaksanakan (menyampaikan) fatwa tersebut sebaiknya dilakukan dengan cara-cara yang menimbulkan persepsi positf dari masyarakat," katanya.

Efendi pun mengapresiasi aksi super damai 212. Aksi tersebut salah satu cara yang memiliki standar tinggi dalam menyampaikan dan mensosialisasikan produk MUI kepada masyarakat.

"Aksi 212 itu membuat sebuah standar tinggi sekali. Orang enggak bisa lagi menyampaikan pendapat atau berdemo di luar bidang keagamaan pun dengan cara-cara yang misalnya berbeda dari 212. Aksi 212 itu benar-benar super damai, super rapi, semuanya. Tidak ada tanaman yang terganggu, malah bawa tanaman, ada yang sukarela mengumpulkan sampah," ulasnya.

Bahkan, jika ada gerakan lain baik gerakan politik sekalipun yang menggunakan cara-cara kasar dan memaksakan kehendak, menurut Efendi akan kalah jauh dari standar yang telah ditorehkan oleh aksi 212. "Benchmark (standar) 212 itu sudah sangat positif," katanya.

Ketua MUI Ma'ruf Amin pun, terang Efendi, juga sudah menjelaskan secara lugas dalam diskusi, di mana setelah fatwa dikeluarkan maka untuk eksekusi pelaksanaanya bukan menjadi pemantauan di MUI lagi.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini