NEWS STORY: Soekarno, Poster Legendaris dan Inspirasi Pelacur Mencari Penglaris

Randy Wirayudha, Okezone · Sabtu 14 Januari 2017 08:24 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 13 337 1591092 news-story-soekarno-poster-legendaris-dan-inspirasi-pelacur-mencari-penglaris-40yIgtzJEC.png Poster legendaris "Boeng, Ajo Boeng" (Foto: Youtube)

MEDIA visual (gambar) sering menjadi objek penumbuh semangat nasionalisme sejak negeri kita merdeka. Di era revolusi fisik (1945-1949) sudah bermunculan banyak tulisan “grafiti” ala kadarnya hingga poster-poster pelecut spirit pemuda Indonesia.

Salah satu yang paling legendaris adalah poster seorang pemuda memegang tongkat berbendera merah putih di tangan kanan dan tangan kirinya memutus belenggu rantai.

Di poster itu juga dibubuhi kalimat penyemangat: “Boeng, Ajo Boeng” (Bung, Ayo Bung). Untuk anak-anak muda zaman sekarang, poster macam itu mungkin tak banyak berarti.

Namun maknanya begitu dalam bagi para pemuda kala itu. Poster tersebut bisa jadi salah satu pendongkrak tekad tersendiri untuk bisa 100 persen merdeka dari belenggu agresor Belanda.

Itu juga yang kemudian mengilhami pemikiran presiden pertama RI Ir Soekarno. Pada suatu ketika di kuartal akhir 1945, Bung Karno menemui sejumlah pelukis di Balai Pustaka.

Dalam buku ‘Kisah Istimewa Bung Karno’ diterangkan kala itu Bung Karno menemui Sudjojono di Balai Pustaka yang kemudian menugaskan pelukis Affandi untuk membuat poster berfigur pejuang perkasa.

Dalam proses pengerjaannya, pelukis Affandi meminta bantuan koleganya, Dullah alias Basuki Abdullah, yang jadi modelnya untuk dilukis. Seketika rampung, Affandi kurang puas karena belum mempunyai ide untuk menuliskan kata-kata di lukisan posternya tersebut.

Nah, kebetulan datang penyair Chairil Anwar dan sontak dimintai tolong oleh Affandi untuk memikirkan kalimat yang pas buat posternya itu. Setelah sedikit putar otak, penyair puisi ternama ‘Karawang-Bekasi’ itu tercetus tiga suku kata.

Boeng, Ajo Boeng.” Tiga suku kata yang digagas Chairil Anwar tersebut pun diterima Affandi dengan suka cita yang ternyata terinspirasi dari para “kupu-kupu malam”.

Ya, ternyata di kemudian hari baru terang-benderang bahwa kalimat “Boeng, Ajo Boeng” gagasan Chairil Anwar terinspirasi dari kalimat-kalimat ajakan serta rayuan pelacur atau pekerja seks komersial (PSK) demi mencari penglaris di kawasan Pasar Senen kala itu.

Kata-kata yang biasanya berbunyi, "Boeng, Mari Boeng", diubah Chairil Anwar menjadi "Boeng, Ajo Boeng". Chairil Anwar pula yang kemudian menggandakannya bersama rekan-rekannya, seperti Baharudin MS, Abdul Salam, dan kawan-kawannya guna disebarkan di semua daerah perlawanan.

Bung Karno pribadi terbilang puas dan sempat bertanya pada Sudjojono, siapa pemuda yang jadi model poster yang di kemudian hari jadi poster legendaris itu. Bung Karno juga sontak terpingkal ketika tahu siapa yang jadi modelnya.

“Dullah? Belanda pasti tidak menyangka bahwa dalam poster itu orangnya (bertubuh) kecil!” cetus Soekarno seraya tertawa terbahak-bahak.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini