Share

Fahri: Kebebasan Berpendapat di Media Sosial Tak Bisa Dibendung

Bayu Septianto, Okezone · Senin 09 Januari 2017 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 09 337 1586782 fahri-kebebasan-berpendapat-di-media-sosial-tak-bisa-dibendung-oMKLF3tIj7.jpg Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah.

JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah menilai kebebasan berpendapat tak bisa dibendung lagi di tengah perkembangan teknologi dan media sosial. Menurut Fahri pemblokiran terhadap akun-akun di media sosial bakal sia-sia lantaran setiap orang saat ini bisa memiliki lebih dari satu akun.

"Jadi prinsipnya begini, kebebasan publik adalah dinamika dan kebebasan publik itu sekarang itu tidak bisa dibendung apalagi di era sosial media," kata Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (9/1/2016).

Fahri mengibaratkan banyaknya akun di media sosial itu seperti seseorang yang berprofesi sebagai peternak bebek yang memiliki ratusan bebek.

"Ada perusahaan pekerjaannya ternak akun dari pada ternak bebek sekarang mendingan ternak akun. Orang ternak akun sehari bisa bikin ratusan akun. Ratusan akun itu sama dengan ratusan website, meskipun itu memakai aplikasi-aplikasi seperti Facebook, Twitter, Instagram dan sebagainya," jelas Fahri.

"Jadi nyaris sebetulnya tindakan blokir itu tidak mungkin dilakukan karena begitu gampang orang sekarang menciptakan media," imbuhnya.

Menurut Fahri, bila pemblokiran dilakukan kepada situs-situs yang bersinggungan dengan kerja pers, maka sebaiknya pemerintah terlebih dahulu membawanya ke Dewan Pers dan aturan terkait lainnya, seperti UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Namun, terkait penutupan situs atau akun media sosial, menurut Fahri pemerintah sebaiknya menjelaskan terlebih dahulu alasan pemblokirannya kepada publik.

"Jadi semua keraguan itu harus dijawab dan itu bagus sebenarnya, makin banyak orang punya ide itu makin bagus, Jelaskan saja,  jangan kalau kita kewalahan ide-ide publik terus kita matiin, jangan, biarkan saja," tandasnya.

Sebelumnya, pasca-menutup situs pribadi Habib Rizieq Syihab, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) kembali melakukan pemblokiran terhadap 11 situs yang dianggap meresahkan. Kesebelas situs itu diantaranya, voa-islam.com, nahimunkar.com, kiblat.net, bisyarah.com, dakwahtangerang.com, islampos.com, suaranews.com, izzamedia.com, gensyiah.com, muqawamah.com dan abuzubair.net.

(fas)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini