nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahar Politik Dinilai Jadi Kendala Sepinya Pilkada Serentak 2017

Reni Lestari, Jurnalis · Kamis 05 Januari 2017 16:52 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 01 05 337 1584121 mahar-politik-dinilai-jadi-kendala-sepinya-pilkada-serentak-2017-2dWs5q8XmO.jpg Ilustrasi Okezone

JAKARTA – Dari 101 daerah peserta Pilkada Serentak 2017, ada sembilan yang hanya memiliki satu pasangan calon kepala daerah. Sementara temuan Tim Monitoring Pilkada 2017 menyatakan banyak daerah peserta yang situasi politiknya kurang semarak.

Pengamat politik AS Hikam menilai mahalnya biaya pencalonan menjadi faktor utama sepinya pendaftaran pasangan calon pilkada. Biaya tersebut bukan yang disyaratkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), melainkan mahar kepada partai politik atau yang dikenal dengan fenomena money politics.

"Persyaratan ini dianggap sebagai sesuatu yang menjadi kendala yang serius yakni biaya tinggi dari peserta calon. Politik Indonesia kan semakin ke sini semakin cenderung syarat dengan money politics," kata Hikam dalam Diskusi Redbons di Kantor Redaksi Okezone, Jakarta Pusat, Kamis (5/1/2017).

Masalah kedua yakni terkait rekrutmen oleh partai politik, baik untuk calon eksekutif maupun legislatif, yang dinilai masih bermasalah.

Sementara Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Masykurudin Hafidz, mengatakan aktor utama masalah penyelenggaraan pilkada yang relatif sepi adalah partai politik. Parpol adalah gerbang utama yang menyuplai ketersediaan calon kepala daerah.

"Karena di berbagai daerah peserta parpol hanya menghasilkan satu paslon sudah pasti kampanye cuma diikuti satu paslon. Di situ yang secara substansial sesungguhnya apa yang kita rasakan lebih banyak dikontribusikan oleh partai politik," ucap dia.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini