Selain Citilink, Bandara Juga Dinilai Lalai Meloloskan Pilot Mabuk

Dara Purnama, Okezone · Sabtu 31 Desember 2016 07:20 WIB
https: img.okezone.com content 2016 12 31 337 1580066 selain-citilink-bandara-juga-dinilai-lalai-meloloskan-pilot-mabuk-T8uKIankeB.jpg Rekaman CCTV yang memperlihatkan pilot diduga mabuk saat melewati pemeriksaan x ray. Foto Ist

JAKARTA - Beredar video pilot pesawat Citilink mabuk saat akan terbang dari Surabaya ke Jakarta pada Rabu, 28 Desember 2016 lalu.

Dari rekaman CCTV yang diunggah akun Fajar Online di Youtube, pilot itu tampak berjalan sempoyongan melintasi pintu metal detektor setelah meletakkan tasnya ke mesin X-Ray. Ketika mengambil tas yang diperiksa tersebut, si pilot tanpa sengaja menjatuhkan barang-barang di dalam tasnya.

Petugas keamanan di sana kemudian membantu mengambil barang-barang yang berjatuhan dari tas. Tak hanya itu, tampak pula benda (seperti topi pilot) terjatuh. Benda tersebut lepas dari pegangan sang pilot.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Penerbangan Alvin Lie mengatakan atas kejadian itu maskapai Citilink kebobolan terhadap pilot yang bermasalah.

"Ini kan jelas Citilink kebobolan ya, karena pilot ini sudah pernah bermasalah dengan narkoba juga," kata Alvin kepada Okezone, Sabtu (31/12/2016).

Selain itu, lanjut Alvin, pilot tersebut mampu menembus keamanan bandara yang berlapis-lapis. Bandara dalam hal ini menurutnya juga lalai.

"Kemudian juga prosedur pilot sebelum masuk pesawat ini juga berlapis-lapis tapi gol semua ini termasuk bukan hanya Citilink, bandaranya juga, security harusnya juga menghentikan pilot itu. Coba kalau itu penumpang yang kelihatan mabuk pasti sudah dihentikan," katanya.

Akibat kejadian tersebut, CEO PT Citilink Albert Burhan memutuskan untuk mengundurkan diri. Begitu juga dengan Direktur Operasional Citilink Hadinoto Soedigno. Alvin sendiri salut dengan sikap mereka.

"Saya salut dengan sikap Pak Albert Burhan dan Direktur Operasinya yang memilih mengudurkan diri. Bahkan Menteri Perhubungan juga secara langsung meminta maaf atas kejadian yang memalukan ini," katanya.

Seharusnya menurut Alvin, Dirjen Udara Kementrian Perhubungan juga harus ikut bertanggung jawab atas permasalahan ini.

"Karena bukan hanya di airline-nya saja berarti ini pengawasan terhadap proses di Bandara tidak jalan. Peraturan dan sebagainya diabaikan," tukasnya.

 

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini