Share

Kejaksaan Kalah dalam Kasus La Nyalla, Sebaiknya Jaksa Agung Kibarkan Bendera Putih

Dara Purnama, Okezone · Sabtu 31 Desember 2016 06:28 WIB
https: img.okezone.com content 2016 12 31 337 1580057 kejaksaan-kalah-dalam-kasus-la-nyalla-sebaiknya-jaksa-agung-kibarkan-bendera-putih-A3UwEuK0fr.jpg Ilustrasi (Okezone)

JAKARTA - Mantan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur, La Nyalla Mahmud Mattalitti divonis bebas oleh Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dalam perkara dugaan korupsi dana hibah Kadin Jawa Timur sebesar Rp 1,1 miliar.

Alhasil, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur sudah empat kali gagal dalam persidangan kasus La Nyalla di mana sebelumnya melalui tiga sidang pra peradilan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima), Sya’roni menilai sebaiknya Kejaksaan Tinggi Jawa Timur yang berada di bawah Kejaksaan Agung mengibarkan “bendera putih” dalam kasus ini.

Menurutnya kekalahan dari La Nyalla di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta tidak hanya mencoreng institusi kejaksaan akan tetapi juga menodai nama besar KPK yang bertindak selaku supervisor.

“Biasanya KPK selalu memenangkan perkara di Pengadilan Tipikor Jakarta. Kekalahan Kejagung sedikit banyak juga berimbas kepada kredibilitas KPK,” kata dia kepada Okezone, Sabtu (31/12/2016).

Oleh karena itu, menurut Sya’roni, sebaiknya kasus La Nyalla diserahkan sepenuhnya kepada KPK. “Biarlah KPK yang meneruskan proses hukum baik selanjutnya di tingkat banding maupun kasasi,” katanya.

Jaksa menuntut La Nyalla dengan hukuman penjara 6 tahun dan denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan. Ia juga wajib mengembalikan kerugian negara Rp 1,1 miliar.

Jaksa penuntut umum menyatakan La Nyalla terbukti memperkaya diri sebesar kerugian negara. Keuntungan itu didapatkan dari hasil penjualan saham Bank Jatim senilai Rp 6,4 miliar. Saham itu sebelumnya dibeli menggunakan dana hibah dengan harga Rp 5,3 miliar.

Dalam pertimbangannya, hakim menganggap bahwa kasus La Nyalla seharusnya sudah selesai di sidang praperadilan. Dalam tiga kali praperadilan, La Nyalla dinyatakan tidak bersalah.

Sedangkan soal uang Rp5,3 miliar, hakim meyakini bahwa uang itu merupakan dana yang dipinjam La Nyalla dan sudah dikembalikan.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini