Lewat Dunia Maya, Cara Efektif Bahrun Naim Pengaruhi Pengikutnya

Dara Purnama, Okezone · Rabu 21 Desember 2016 07:10 WIB
https: img.okezone.com content 2016 12 21 337 1571817 lewat-dunia-maya-cara-efektif-bahrun-naim-pengaruhi-pengikutnya-NiZAtHVmBB.jpg Ilustrasi

JAKARTA – Belakangan diketahui otak yang berada di balik pelaku rencana aksi terorisme yang berhasil digagalkan Densus 88 Antiteror Polri adalah pentolan ISIS asal Indonesia yang kini berada di Suriah yakni Bahrun Naim.

Pengamat intelijen dan terorisme, Taufik Andrie, menilai Bahrun Naim memang sosok yang berpengaruh dalam aksi terorisme di Indonesia.

"Kalau bicara pengaruh terutama di dunia online, saya kira cukup besar ya. Karena dia semacam menjadi tokoh sentral dari jaringan FB, WA Group, atau Telegram. Karena sejak tahun lalu, saya kira dia mulai aktif terutama di penyebaran ide-ide persatuan kelompok maupun rencana serangan semacam guidline dari website dia yang sempat cukup heboh di awal tahun 2015," papar Taufik saat berbincang dengan Okezone, Rabu (21/12/2016).

Menurut pria yang juga Direktur Eksekutif Yayasan Prasasti Damai ini, tidak membutuhkan banyak upaya untuk kampanye propaganda di dunia maya seperti yang dilakukan Bahrun Naim guna memengaruhi pengikutnya.

"Ini lebih praktis sifatnya. Jadi, hanya memproduksi konten kemudian disebarkan. Begitu ada yang tertarik, dia melakukan semacam mentoring. Ada proses penguatan ideologinya, tapi di sisi lain juga ada proses perencanaan serangan," katanya.

Terakhir peran Bahrun Naim juga terungkap dari sel kelompok teroris yang diungkap di Bintara Jaya 8 Bekasi. Ditemukan bom panci dengan daya ledak tinggi hingga radius 300 meter. Namun, aksi teror ini berhasil digagalkan Densus 88 melalui pengungkapan dan penangkapan tiga orang terduga teroris, yakni Muhammad Nur Solikin alias Abu Ghurob, Agus Supriyadi alias Agus bin Panut Harjo Sudarmo, dan Diyan Yulia Novi sebagai calon "pengantin" bom bunuh diri.

Bom tersebut rencananya diledakkan saat pergantian petugas jaga Paspampres di Istana Negara. Sejauh ini, total yang sudah ditangkap sebanyak 14 orang yang tekait langsung dengan jaringan ini. Tidak hanya Diyan yang disiapkan sebagai "pengantin" bom wanita, tapi juga ada Ika Puspitasari yang akan berencana meledakkan bom bunuh diri di luar Pulau Jawa.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini