14 Terduga Teroris Ditangkap Pasca-Bom Panci, Para "Pengantin" Sudah Direkrut

Dara Purnama, Okezone · Senin 19 Desember 2016 18:13 WIB
https: img.okezone.com content 2016 12 19 337 1570567 14-terduga-teroris-ditangkap-pasca-bom-panci-para-pengantin-sudah-direkrut-nyVdvNBex4.jpg Polisi mengamankan seorang wanita dalam penggeledahan terduga teroris di Solo. (Foto: Antara)

JAKARTA – Pasca-penangkapan pelaku bom panci berdaya ledak tinggi di Bintara Jaya 8, Bekasi Barat, Densus 88 Antiteror menangkap 14 terduga teroris yang terlibat langsung dengan kelompok teroris yang dikomandoi oleh pentolan ISIS asal Indonesia di Suriah yakni Bahrun Naim.

Bom seberat 3 kilogram itu rencananya diledakkan saat serah-terima petugas jaga Paspampres di Istana Negara pada Minggu 11 Desember 2016. Untunglah aksi tersebut berhasil digagalkan Densus 88 dengan menangkap tiga terduga teroris pada Sabtu 10 Desember.

"Terkait bom panci di Bintara Bekasi hingga saat ini ada 14 orang yang diamankan. Mereka teridentifikasi dalam satu jaringan di bawah Bahrun Naim. Mereka membagi kelompok dalam sel-sel kecil yang berhubungan satu sama lain," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (19/12/2016).

Penangkapan berawal pada Sabtu 10 Desember 2016. Tiga terduga teroris yakni Muhammad Nur Solikin alias Abu Ghurob, Agus Supriyadi alias Agus bin Panut Harjo Sudarmo, serta Diyan Yulia Novi alias Ayatul Nissa Binti Asnawi diamankan di Bintara dan bawah flyover Kemang.

Solikin berperan sebagai perekrut calon "pengantin" bom bunuh diri dan menerima transfer dana dari Bahrun Naim. Agus Supriyadi berperan sebagai orang yang membawa bahan peledak bom panci menuju Jakarta dari Jawa Tengah. Sementara Diyan Yulia Novi adalah calon "pengantin" yang direkrut oleh Solikin untuk meledakan bom panci di Istana Negara.

Masih di hari yang sama Densus 88 menangkap Suyanto alias Abus Iza di Sabrang Kulon, Matesih, Karanganyar, Solo, Jawa Tengah. Dia berperan dengan menyediakan rumahnya sebagai tempat perakitan bom panci dan mengantar bom tersebut ke Bintara Jaya 8, Bekasi Barat, Kota Bekasi, yang merupakan tempat kos yang disewa oleh Diyan menggunakan uang dari Bahrun Naim.

Keesokan harinya, Minggu 11 Desember 2016, kembali ditangkap tiga terduga teroris, Khafid bin Antoni alias Toni bin Rifai, yang berperan sebagai orang yang belajar merakit bom panci langsung dari Bahrun Naim lewat internet, selanjutnya Arida Putri Maharani berperan sebagai orang yang mengetahui rencana pembuatan bom sekaligus fasilitator yang menerima dana dari Bahrun Naim.

Terakhir Wawan Prasetyawan yang berinisiatif menyimpan bahan peledak dan komponen bom yang dirakit oleh Nur Solikin. Mereka diamankan di tempat berbeda yakni Ngawi, Jawa Timur; Solo dan Klaten; Jawa Tengah.

Berdasarkan hasil pengembangan dari tersangka Wawan Prasetyawan, Densus 88 mengungkap sekaligus menangkap pelaku teror lainnya yakni Imam Syafii, Sumarno, dan Sunarto yang terlibat teror di Alfamart Solo pada 25 November 2016 dan  pelemparan bom molotov di Restoran Candi Baru.

Dibantu oleh Polres Tasikmalaya, pada Kamis 15 Desember 2016, Densus 88 menangkap terduga teroris perempuan berinisial TS alias UA di Tasikmalaya. Awalnya TS juga diamankan dengan suaminya HG. Namun karena dianggap tidak terlibat, HG akhirnya dipulangkan. TS sendiri berperan sebagai orang yang menawarkan jihad terhadap calon "pengantin" bom panci yang ditemukan di Bekasi, Diyan Yulia Novi.

Beranjak ke Purworejo, Densus 88 juga menangkap teroris perempuan Ika Puspitasari warga Dusun Tegalsari Desa Brenggong, Kabupaten Purworejo. Berdasarkan hasil pemeriksaan Ika disiapkan sebagai calon "pengantin" bom bunuh diri lainnya untuk diledakkan di luar Pulau Jawa. Namun, polisi tidak menjelaskan detil daerah mana yang akan disasar.

"Jadi pengantin ada dua, satu bom yang akan diledakkan di depan istana dan satu lagi di luar Pulau Jawa," kata Martinus.

Selanjutnya Minggu 18 Desember 2016 Densus 88 kembali menangkap terduga teroris Tri Setiyoko (TS), warga Kampung Sewu RT 01 RW 07, Kecamatan Jebres Solo. Tri diduga berhubungan dengan kejadian bom molotov di Serengan Solo dan Grogol Sukoharjo.

Satu jam usai penangkapan, Densus kembali menangkap terduga teroris lainnya bernama Yasir di Semanggi, Solo, Jawa Tengah. Peran keduanya sebagai peracik bom yang akan diledakkan di luar Pulau Jawa dengan "pengantin" bom Ika Puspitasari. "Peran keduanya sebagai peracik bom yang akan diledakkan oleh pengantin bom yang ditangkap di Purworejo," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini