Eko Patrio Minta 7 Media Online Klarifikasi Pemberitaan dalam 1x24 Jam

Dara Purnama, Okezone · Jum'at 16 Desember 2016 16:24 WIB
https: img.okezone.com content 2016 12 16 337 1568531 eko-patrio-minta-7-media-online-klarifikasi-pemberitaan-dalam-1x24-jam-EFD3ra7Caw.jpg Eko Hendro Purnomo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bareskrim Polri memeriksa anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio terkait pernyataan yang menyebut pengungkapan teror bom di Bekasi adalah pengalihan isu dari kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Namun, Eko justru meminta 7 media online yang memuat pernyataannya agar segera mengklarifikasi dalam 1x24 jam. Klarifikasi tersebut terkait bahwa dirinya tidak pernah diwawancara maupun memberikan pernyataan pengalihan isu tersebut.

"Kami berikan waktu 1x24 jam untuk melakukan klarifikasi sehubungan dengan pernyataan klien kami bahwa klien kami tidak pernah diwawancara secara langsung atau secara khusus baik itu melalui telefon maupun wawancara tatap muka. Jadi, tidak pernah ada topik sebagaimana yang ada di media online tersebut," kata kuasa hukum Eko, Firman Nurwahyu di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (16/12/2016).

Eko merasa dirugikan dengan adanya pemberitaan tersebut. Jika, tidak ditanggapi permintaan klarifikasi tersebut, pihaknya akan meminta kepolisian untuk mengusut kasus tersebut secara hukum. Pasalnya, Eko sudah melaporkan tujuh media tersebut ke Bareskrim Polri.

"Perlu juga kami membuat laporan dan nanti akan ditelusuri pihak mana yang mengarang bebas. Karena saya yakin pihak kepolisian akan melakukan yang terbaik," kata Eko.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Agus Andrianto mengatakan, laporan tersebut akan diusut oleh Bareskrim Polri dengan catatan media online tersebut tidak memberikan klarifikasi seperti yang diminta oleh Eko.

"Kalau beliau (Eko) tidak benar menyampaikan (statement pengalihan isu) artinya ada pihak lain yang meng-upload. Oleh karena itu, kita telusuri siapa sih yang membuat resah masyarakat ini. Jadi, kita tunggu 1x24 jam seperti yang beliau sampaikan," tukas Agus.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini