GP Ansor: Masyarakat Harus Waspadai Terorisme di Indonesia

Ulung Tranggana, Okezone · Jum'at 16 Desember 2016 14:34 WIB
https: img.okezone.com content 2016 12 16 337 1568364 gp-ansor-masyarakat-harus-waspadai-terorisme-di-indonesia-jhMWb0fAD2.jpg Ilustrasi (Foto:Dok.Okezone)

JAKARTA – Merespons penangkapan terduga teroris yang ditangkap oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas meminta seluruh elemen bangsa waspada terhadap perkembangan jaringan teroris di Indonesia. Ia menyatakan penangkapan pada 10 Desember 2016 merupakan bukti teroris masih ada dan menjalankan aksinya.

Terlebih lagi ada modus baru dengan model bom “pengantin”. “Kita harus terus waspada. Bantu aparat menyisir mereka," terang Gus Tutut –sapaan akrabnya– kepada Okezone, Jumat (16/12/2016).

GP Ansor, tambah dia, akan semakin menggencarkan cyber army yang dimiliki organ sayap pemuda Nahdlatul Ulama dalam rangka memberikan masukan kepada kepolisian, terutama Densus 88 Antiteror Polri.

Masukan yang diberikan kepada polisi berupa hasil pelacakan dan penyerapan infromasi penting tentang apa yang mereka (kelompok teroris) rencanakan. “Sebagai info yang kita dapat ini kita berikan ke aparat keamanan agar bisa diantisipasi,” terang kader Ansor asal Rembang, Jawa Tengah, ini.

Masyarakat muslim, kata Gus Tutut, juga harus terus menggencarkan gerakan yang dapat membuktikan bahwa Islam adalah agama yang damai dan memberikan rahmat bagi alam semesta. Aktivitas teror yang mengatasnamakan Islam harus ditepis oleh seluruh elemen bangsa Indonesia.

“Terorisme bukan ajaran Islam. Jika ada yang mengatasnamakan Islam tetapi melakukan kegiatan teror, justru mereka itu yang merusak Islam,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, 10 terduga teroris yang sudah ditangkap yakni Diyan Yulia Novi selaku calon "pengantin" bom, Nur Solikin sebagai pimpinan dalam kelompok ini yang juga merekrut anggota dan Supriyadi, dan Suyatno alias Abu Iza yang diamankan di Karanganyar, Jawa Tengah.

Setelah pengembangan penyidikan, dilakukan penangkapan terhadap tersangka lainnya yang masih berkaitan dengan bom panci ini. Mereka adalah Khafid Fathoni, Arinda Putri Maharani, dan Wawan Prasetyawan. Ketujuh orang tersebut kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kamis 14 Desember, kembali ditangkap pasangan suami-istri di Tasikmalaya dengan inisial TS alias UA dan HG. Pasangan ini diduga adalah orang yang menawarkan jihad atau memberikan motivasi kepada Diyan serta mempertemukannya dengan Nur Solikin. Keduanya sudah diamankan di Mapolresta Tasikmalaya.

Terbaru, kemarin juga telah ditangkap mantan tenaga kerja wanita di Hong Kong. Perempuan berinisial IP (35) itu diamankan Densus 88 Antiteror Polri di rumahnya di Dusun Tegalsari, Desa Brenggong, RT 01 RW 06, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah..

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini