Tidak Semua Wanita Rawan Dipengaruhi Jadi "Pengantin" Bom Bunuh Diri

Dara Purnama, Okezone · Jum'at 16 Desember 2016 11:54 WIB
https: img.okezone.com content 2016 12 16 337 1568192 tidak-semua-wanita-rawan-dipengaruhi-jadi-pengantin-bom-bunuh-diri-BlLPOY5hRE.jpg Kadiv Humas Polri, Irjen Boy Rafli Amar (foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, menggunakan perempuan sebagai calon "pengantin" bom bunuh diri dianggap kelompok teroris tidak akan menimbulkan kecurigaan.

Pasalnya bom di Bintara Jaya Bekasi menggunakan perempuan sebagai eksekutor bom. Namun rencana ini berhasil digagalkan oleh Densus 88 melalui penangkapan.

"Kaum wanita biasanya enggak mengandung kecurigaan karena wanita dilihat lebih irrasional kalau melakukan itu. Makanya mereka enggak curiga. Makanya kelompok teror gunakan wanita biar enggak dicurigai. " kata Boy di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (16/12/2016).

Menggunakan wanita sebagai eksekutor bom bunuh diri dianggap kelompok teroris lebih mudah untuk mengelabui orang yang dianggap musuh. Karena selama ini "pengantin" bom adalah pria.

"Strategi dalam rangka mengelabui objek yang jadi sasaran seolah wanita simbol kedamaian, mampu memberikan situasi yang menyejukkan dan kemudian dimanfaatkan," ulas mantan Kapolda Banten ini.

Kendati demikian, belum tentu juga wanita menjadi sasaran mudah untuk direkrut sebagai "pengantin". Karena menurutnya tidak semua wanita mau untuk mengorbankan diri untuk percobaan bom bunuh diri.

"Memang rentan dipengaruhi, tapi belum tentu rawan. Enggak semua wanita mudah karena umumnya wanita memiliki kecurigaan yang tinggi. Kalau untuk kasus Bekasi, mereka berhasil mempengaruhi dan dia sangat efektif," pungkasnya.

Sebelumnya Diyan Yulia Novi dipersiapkan oleh Nur Solihin untuk menjadi "pengantin" bom bunuh diri menggunakan bom panci yang ditemukan di Bekasi, Sabtu 10 Desember 2016. Bom itu direncanakan akan diledakkan di Istana Negara ketika pelaksanaan serah terima jaga Paspampres Minggu 11 Desember 2016. Beruntung rencana itu berhasil digagalkan oleh Densus 88 Anti Teror Polri.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini