Kapolri Sebut "Pengantin" Perempuan Bom Bekasi Merupakan Modus Baru

Dara Purnama, Okezone · Jum'at 16 Desember 2016 10:33 WIB
https: img.okezone.com content 2016 12 16 337 1568070 kapolri-sebut-pengantin-perempuan-bom-bekasi-merupakan-modus-baru-2crXxr4X06.jpg Kapolri Tito Karnavian. Foto Antara

JAKARTA – Diyan Yulia Novi merupakan tersangka teroris yang ditangkap sebagai calon "pengantin" bom panci yang ditemukan di Bintara Jaya, Bekasi Barat, Kota Bekasi. Dia tercatat sebagai perempuan pertama yang menjadi calon eksekutor langsung bom bunuh diri di Indonesia.

"Ya, itu modus baru. Mereka menggunakan wanita," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (16/12/2016).

Tito menjelaskan, modus menggunakan perempuan sebagai pelaku pembunuhan sebelumnya memang pernah ada di negara lain. Ini pernah terjadi saat pembunuhan Perdana Menteri ke-6 India, Rajiv Ghandi. Dia tewas saat dikalungkan rangkaian bunga ke lehernya yang ternyata berisi bom.

"Tapi dalam dunia terorisme, kita ingat bomnya Rajiv Gandhi, bom bunuh diri, dikalungkan dengan bunga ternyata bunga itu adalah kabel yang merupakan bahan peledak. Yang mengalungkan adalah wanita. Itu yang di India kemudian di Suriah, Irak, Afganistan, di Jordan juga sangat biasa. Karena wanita dianggap lebih tidak mencurigakan," katanya.

Sebelumnya, atas penemuan bom berdaya ledak tinggi tersebut, 12 orang terduga teroris yang diduga berkaitan dengan bom Bekasi sudah ditangkap. Tujuh di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini