Kapolri: Kami Tidak Pernah Belajar Jadi Sutradara

Dara Purnama, Okezone · Jum'at 16 Desember 2016 09:13 WIB
https: img.okezone.com content 2016 12 16 337 1568021 kapolri-kami-tidak-pernah-belajar-jadi-sutradara-U7UhGFcAt8.jpg Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Foto: Antara)

JAKARTA – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyayangkan pendapat sejumlah pihak yang menyatakan penangkapan teroris jaringan Bekasi adalah bentuk pengalihan isu dari kasus dugaan penistaan agama oleh gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Saya jawab dengan tegas ini bukan pengalihan isu. Kenapa? Saya sudah pengalaman ini dari 1998 menangani kasus-kasus seperti ini," kata Tito di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (16/12/2016).

Ia pun mengapresiasi kinerja Densus 88 Antiteror Polri yang mampu mengungkap sembilan tersangka teroris pasca-penemuan bom panci di Bintara Jaya 8, Bekasi Barat, Kota Bekasi, pada Sabtu 10 Desember.

"Saya mengucapkan apresiasi kepada adik-adik di Densus 88. Rekan-rekan yang ada di Densus ini, Polri ini bukan sutradara, kami tidak pernah belajar menjadi sutradara. Para tersangka yang ditangkap itu juga mereka bukan aktor, aktris, yang pandai memainkan drama-drama," tegas Tito.

Bahkan, jelas mantan Kapolda Metro Jaya ini, sutradara sekelas Hollywood saja belum tentu mampu merekayasa kasus seperti ini karena pelakunya bukanlah aktor atau aktris yang pintar memainkan peran.

"Jadi sutradara Hollywood apa pun yang jago ya tidak akan mampu dia men-setting merekayasa kasus-kasus seperti ini. Karena mereka (tersangka) bukan aktor, bukan aktris. Lagian ngapain juga dia mau pasang badan seolah-olah mau ngebom. Ini ancamannya bisa hukuman mati. Sekali lagi pengalihan isu tidak ada, ini teman-teman (Densus) kerja keras mereka, kegiatan intelijen yang monitor terus menerus sifatnya. Kita beruntung kasus seperti ini bisa digagalkan," ucapnya.

Adapun sembilan tersangka yang sudah ditangkap yakni Diyan Yulia Novi selaku calon "pengantin" bom, Nur Solikin sebagai pimpinan dalam kelompok ini yang juga merekrut anggota dan Supriyadi, dan Suyatno alias Abu Iza yang diamankan di Karanganyar, Jawa Tengah.

Setelah pengembangan penyidikan, dilakukan penangkapan terhadap tersangka lainnya yang masih berkaitan dengan bom panci ini. Mereka adalah Khafid Fathoni, Arinda Putri Maharani, dan Wawan Prasetyawan. Ketujuh orang tersebut kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Bahkan kemarin, Kamis 14 Desember 2016, kembali ditangkap pasangan suami-istri di Tasikmalaya dengan inisial TS alias UA dan HG. Pasangan ini diduga adalah orang yang menawarkan jihad atau memberikan motivasi kepada Diyan serta mempertemukannya dengan Nur Solikin. Keduanya sudah diamankan di Mapolresta Tasikmalaya.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini