Pemerintah Dinilai Lemah Libatkan Masyarakat dalam Tangkal Terorisme

Badriyanto, Okezone · Jum'at 16 Desember 2016 07:29 WIB
https: img.okezone.com content 2016 12 16 337 1567981 pemerintah-dinilai-lemah-libatkan-masyarakat-dalam-tangkal-terorisme-qyr8vgZvYh.jpg Ilustrasi (Foto: Dok.Okezone)

JAKARTA - Pengamat terorisme Al Chaidar menyebutkan, maraknya terorisme di Indonesia dikarenakan lemahnya pemerintah melibatkan masyarakat dalam program kontra wacana yang selama ini dilakukan oleh pemerintah.

Menurut Chaidar, pelibatan masyarakat dalam menangkal terorisme sangat diperlukan untuk menepis paham yang disebarluaskan oleh kelompok mereka yang terus berkembang secara masif dan sistematis.

"Pelibatan masyarakat dalam program kontra wacana masih lemah, sehingga justru masyarakat sendiri dikuasai oleh pihak mereka. Mereka merekrut terus menerus sementara pemerintah tidak bisa merekrut masyarakat untuk menghantam kelompuk tersebut," ungkap Chaidar kepada Okezone, Jumat (16/12/2016).

Selain itu, lanjut Chaidar, diperlukan penguatan hukum sekaligus penguatan institusi Polri maupun TNI selaku penegak hukum.

"Kalau dari pengetahuan sudah banyak, banyak teori-teori, yang diperlukan penguatan hukum, penguatan kepolisian, penguatan tentara," lanjutnya.

Sekadar diketahui, pada Kamis 15 Desember kemarin tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri kembali melakukan penangkapan terduga teroris atas nama TS alias UA yang berhubungan aksi teror bom panci di Bekasi. Polisi juga mengamankan seorang bocah berumur 11 tahun.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini