nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sindir Penegakan HAM, Hendardi: Jokowi Jangan Hanya Undang Pelawak ke Istana

Reni Lestari, Okezone · Sabtu 10 Desember 2016 16:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 12 10 337 1563819 sindir-penegakan-ham-hendardi-jokowi-jangan-hanya-undang-pelawak-ke-istana-74tKLxFXS3.jpg Ketua Setara Institute, Hendardi saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat. (Foto: Reni Lestari/Okezone)

JAKARTA – Memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional yang jatuh pada hari ini, Ketua Umum Setara Institute Hendardi menyayangkan sikap pemerintah yang dinilainya masih tak acuh. Padahal, Nawacita yang diusung Presiden Joko Widodo (Jokowi) memuat janji-janji terkait penegakan HAM.

Hendardi menilai persoalan HAM yang selalu menjadi pekerjaan rumah besar bagi setiap presiden belum mendapat perhatian cukup dari Jokowi. Hal ini bisa dibuktikan dengan masih gencarnya aksi-aksi menyuarakan keadilan dan penyelesaian kasus HAM masa lalu.

"Berapa ratus kali orang berdemonstrasi di depan Istana Merdeka itu setiap Kamis? Itu tidak pernah kemudian dipedulikan atau ditanggapi," kata Hendardi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (10/12/2016).

Jokowi diketahui banyak mengundang tokoh-tokoh dari berbagai kalangan ke istana untuk diminta pendapat. Menurut Hendardi, Jokowi patut mengundang para aktivis HAM ke Istana untuk berdialog soal penyelesaian kasus-kasus yang masih membatu. 

"Ya kalau pelawak saja bisa diundang ke Istana, masak orang protes sekian lama, ini sudah 400 sekian kali (Aksi Kamisan di depan Istana Merdeka), enggak pernah coba diundang ke Istana. Saya kira itu satu kritik juga terhadap pemerintah yang dianggap lahir dari rakyat ini," ujarnya.

Selain itu, Hendardi menilai ada banyak kontradiksi yang dilakukan rezim Jokowi. Salah satunya yakni ketika di Bali Democracy Forum di Bali beberapa waktu lalu Jokowi menyatakan pemerintahannya mampu mengelola kemajemukan bangsa Indonesia dengan baik.

“Tetapi, fakta di lapangan menunjukkan pemerintah abai memajukan perlindungan kebebasan beragama," tandasnya.

(fas)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini