nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kapolri: Penangkapan Terduga Pelaku Makar Sudah Di-Setting Sebelum Aksi 212

Reni Lestari, Jurnalis · Senin 05 Desember 2016 12:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 12 05 337 1558969 kapolri-penangkapan-terduga-pelaku-makar-sudah-di-setting-sebelum-aksi-212-INlp9Y5Gya.jpg Kapolri Tito Karnavian. Foto Antara

JAKARTA – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan bahwa penangkapan 11 terduga pelaku makar yang dilakukan pagi hari menjelang Aksi Super-Damai 212 sudah direncanakan sejak awal. Penangkapan sengaja dilakukan Jumat 2 Desember 2016 dini hari agar tak memunculkan isu kurang sedap.

Tito mengatakan, apabila penangkapan dilakukan dua atau tiga hari sebelum Aksi Super-Damai 2 Desember 2016, akan dimunculkan sebagai upaya menghadang aksi. Terlebih lagi jika hal ini disebar melalui media sosial maka dampak dan isunya akan melebar.

"Maka kita timing (waktu) penangkapannya subuh, karena enggak ada waktu lagi untuk 'menggoreng' (isu penangkapan oknum aktivis)," kata Tito saat memberikan pemaparan di Komisi III DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (5/12/2016).

Ia juga diminta oleh pihak Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) agar aksi gelar sajadah ribuan umat Islam di Monas tak diganggu oleh pihak lain yang berusaha menunggangi.

"Kami melakukan (penangkapan) ini agar agenda suci yang sudah disepakati untuk melakukan ibadah di Monas yang tujuannya satu, proses hukum saudara Basuki Tjahaja Purnama dan mereka melakukan ibadah. Karena itu, kita tidak ingin ada pihak-pihak lain yang menganggu," jelas dia.

Tito melanjutkan, jika ada insiden kerusuhan dalam aksi bertajuk Bela Islam III ini, maka yang rusak adalah nama agama itu sendiri. Namun yang terjadi adalah sebaliknya, semua pihak mematuhi aturan yang sudah disepakati, massa menggelar ibadah hingga pukul 13.00 WIB dan membubarkan diri dengan tertib.

"Tidak ada insiden apa pun. Jam 4 sore selesai kegaitan itu kami keliling, semua clear (bersih). Kita juga bingung, tadinya jutaan orang, seperti terserap begitu saja," ujar Tito.

Sebagaimana diketahui, 11 orang ditangkap di beberapa tempat dalam waktu yang hampir bersamaan pada Jumat 2 Desember 2016 dini hari. Mereka diduga terlibat upaya makar.

Tujuh orang terduga pelaku makar itu adalah Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri. Kini mereka telah dipulangkan usai menjalani pemeriksaan hampir 1x24 jam.

Sementara musikus Ahmad Dhani menjadi tersangka penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi). Selain itu tiga lainnya yakni Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar ditahan di Polda Metro Jaya.

Ketiganya dijerat dengan UU ITE dan Pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP tentang Makar dan Pemufakatan Jahat. Dari 11 tersangka tersebut, hanya tiga orang yang dilakukan penahanan.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini