nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Komisi III: Masyarakat Tidak Perlu Khawatir dengan Isu Makar

Reni Lestari, Jurnalis · Senin 05 Desember 2016 12:50 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 12 05 337 1558957 komisi-iii-masyarakat-tidak-perlu-khawatir-dengan-isu-makar-kQcwFbxdq7.jpg Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo. Foto Okezone

JAKARTA – Ketua Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo, mengatakan masyarakat tak perlu khawatir dengan isu adanya upaya makar dari sejumlah aktivis yang ditangkap Polri pada Jumat 2 Desember 2016. Penangkapan 11 aktivis tersebut terjadi pagi hari menjelang aksi super-damai yang dipusatkan di Monas.

Bambang melihat apa yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet dan kawan-kawan baru sebatas pernyataan dan belum berupa tindakan. Terlebih lagi sebagian besar aktivis yang ditangkap sudah berusia lanjut dan dalam kondisi kesehatan yang kurang fit.

"Hanya perkataan, bukan perbuatan. Apakah itu sudah menakutkan? Ini juga menimbulkan pertanyaan di Komisi III. Semoga ini tidak terulang lagi di peristiwa mendatang. Apalagi yang ditangkap adalah aki-aki dan nini-nini (kakek-kakek serta nenek-nenek)," kata Bambang di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (5/12/2016).

Ia melanjutkan, hal yang dicurigai kepolisian merupakan indikasi kecil saja. Bambang menuturkan, upaya makar dalam iklim demokrasi Indonesia seperti saat ini kecil kemungkinan terjadi. Sebab, kekuatan pemerintah di parlemen kuat dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih dicintai rakyat.

"Jadi, tak terpenuhi syarat makar," sambung Bambang.

Ia menegaskan, dalam menangani indikasi tindakan makar, Polri harus lebih manusiawi. Terlebih, menyatakan pendapat adalah cara warga menjalankan demokrasi.

"Jika memilih cara demokrasi jangan membatasi cara-cara berpendapat. Jadi kita ingin Polri lebih manusiawi dan melindungi ketika menangani adanya indikasi tindakan-tindakan dan penggulingan pemerintah. Karena menurut hemat kami, apa yang dilakukan tokoh-tokoh hanya perkataan, bukan perbuatan," kata dia.

Sementara terkait pernyataan para oknum aktivis tersebut berpotensi menghasut massa, jelas Bambang, dugaan upaya makar setidaknya harus didukung materi yang kuat. "Kalau menghasut, kampanye juga menghasut. 'Jangan pilih dia, pilih saya'. Menurut saya, itu menghasut juga," tukas Bambang.

(fzy)

Berita Terkait

Aksi Damai 2 Desember

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini