nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menanti Kasus Ahok Pasca-Aksi 212

Fahreza Rizky, Jurnalis · Minggu 04 Desember 2016 06:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 12 04 337 1558358 menanti-kasus-ahok-pasca-aksi-212-oIraYGNn3z.jpg

JAKARTA - Aksi super-damai 212 pada Jumat lalu berlangsung khidmat dan haru. Jutaan umat Islam memutihkan Monas, Jakarta Pusat dengan menggelar doa dan salat Jumat bersama demi keselamatan bangsa.

Meski disambangi Presiden Joko Widodo (Jokowi), peserta aksi yang dikomandoi Gerakan Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI) ini tak patah arang dan tetap menuntut agar tersangka kasus dugaan penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, segera ditahan oleh pihak yang berwajib.

Sekretaris Jenderal Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta, Habib Novel Bamukmin mengungkapkan, sampai saat ini pemerintah dan penegak hukum belum memberikan kepastian terkait penahanan Ahok. 

Meski sekira tujuh juta massa telah turun ke jalan pada aksi damai Jumat lalu, penguasa disebut belum tegas dalam kasus ini.

"Sampai saat ini kita belum melihat adanya ketegasan hukum daripada penguasa untuk ditegakkannya keadilan," kata Novel saat dihubungi Okezone, Minggu (4/12/2016).

Presiden, kata dia, seharusnya tak perlu ragu lagi untuk menegakkan keadilan tanpa pandang bulu. Sebab, dalam kasus ini umat Islam telah berlapang dada.

"Mereka hujan-hujanan, dari Ciamis jalan kaki dan kemudian aksi dengan damai. Kita ini sudah berlapang dada," terangnya.

Lebih lanjut Novel mengaskan, aksi 212 dan aksi sebelum-sebelumnya tidak ada kepentingan politik apapun, sehingga umat Islam jangan dikecewakan dengan ketidakberanian penguasa dalam menegakkan hukum.

"Kita ini betul-betul aksi damai lepas dari nuansa politik. Kita menyampaikan dengan tertib dan damai, jangan sampai dikecewakan," pungkas dia. (sym)

(abp)

Berita Terkait

Aksi Damai 2 Desember

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini