nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ma'ruf Amin: Presiden Jokowi Respons Positif Gagasan Rujuk Nasional

ant, Jurnalis · Jum'at 02 Desember 2016 20:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 12 02 337 1557619 ma-ruf-amin-presiden-jokowi-respons-positif-gagasan-rujuk-nasional-K6VIeuTIO3.jpg KH Makruf AMien (Foto: Okezone)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut baik gagasan Rais Aam PBNU KH Ma'ruf Amin mengenai dialog nasional untuk mencapai rujuk nasional. Ma'ruf Amin mengatakan, gagasan itu disampaikan saat melakukan pertemuan khusus dengan Presiden Jokowi di Istana Negara pada Rabu 30 November 2016.

"Presiden telah meminta penjelasan tentang konsep rujuk nasional. Dalam pertemuan itu, Presiden setuju untuk mewujudkan rasa toleransi semua pihak," kata Ma’ruf Amin, Jumat (2/12/2016).

Rujuk nasional, kata M’ruf, dimaksudkan untuk menghilangkan rasa saling curiga serta membangun kehidupan yang harmonis antarseluruh warga negara, baik dalam konteks kehidupan sosial maupun politik.

"Semua ini akan terwujud jika seluruh warga negara menyadari perlunya toleransi atas keragaman masyarakat Indonesia, baik dari segi sosial maupun politik," jelasnya.

Ketua Umum MUI ini menambahkan, masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang religius yang kini tengah membangun demokrasi yang beradab. Karena itu, terwujudnya akhlak etika moral yang kuat di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sangat diperlukan.

"Kesadaran beragama harus dibarengi dengan menguatnya etika-moral bangsa sehingga perlu adanya gerakan moral yang terintegrasi. Salah satunya rujuk nasional tadi," terang Ma’ruf.

Sementara itu, Wakil Sekjen PBNU Hery Haryanto Azumi menilai kehadiran Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla dalam Salat Jumat serta zikir bersama dalam Aksi Bela Islam 212 sebagai bukti bahwa pemerintah merespons positif gagasan rujuk nasional.

"Hadirnya Pak Jokowi dan Pak Jusuf Kalla itu sebagai sinyal atau pertanda pemerintah menyetujui gagasan rujuk nasional Kiai Ma'ruf Amin," kata dia.

Hery melanjutkan, integrasi nasional yang kukuh menjadi syarat terwujudnya stabilitas nasional. Jika pada kenyataannya masih terjadi tindakan yang dianggap mengganggu konsensus kebangsaan maka harus disikapi dengan cara-cara bijaksana.

(ulu)

Berita Terkait

Aksi Damai 2 Desember

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini