Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Pondok Pesantren Berbasis Wirausaha di Sidoarjo

ant, · Senin 28 November 2016 06:39 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 28 337 1552830 jokowi-dijadwalkan-kunjungi-pondok-pesantren-berbasis-wirausaha-di-sidoarjo-UYgWTxWWs6.jpg Presiden Joko Widodo

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan mengunjungi Pondok Pesantren Mukmin Mandiri yang berbasis wirausaha agrobisnis dan agroindustri di Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Desember 2016.

Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (28/11/2016), mengatakan rencana kunjungan presiden ke pesantren tersebut berawal dari pertemuan Presiden dengan pelaku UKM di Istana pada Jumat 25 November 2016. Dalam pertemuan itu, hadir pula pimpinan Pesantren Mukmin Mandiri Muhammad Zakki.

Pada pertemuan tersebut, Puspayoga mengatakan, presiden mendapatkan banyak penjelasan dari Muhammad Zakki tentang pengembangan pesantren berbasis kewirausahaan. Saat mendapat penjelasan itu, Presiden Jokowi tertarik untuk mendatangi langsung pesantren tersebut.

"Rencana kunjungan Presiden pada Desember, kepastian tanggalnya masih akan ditentukan," kata Puspayoga.

Pesantren Mukmin Mandiri merupakan contoh pesantren yang bisa memadukan kewirausahaan dan ilmu agama. Para santri yang menimba ilmu di pesantren tersebut tidak hanya diperkuat dengan ilmu agama, tetapi juga dididik agar mampu mandiri secara ekonomi.

Pesantren yang berdiri pada 2006 ini tercatat berhasil mengembangkan bisnis kopi yang sudah menembus pasar ekspor dan pasar dalam negeri. Ekspor perdana ke Australia dengan merek Kopi Raja dilakukan pada Agustus 2016 dengan mencapai 25 ton per bulan.

Zakki mengatakan, pengelolaan usaha kopi dilakukan para mulai dari pengolahan, marketing, keuangan. Para santri tetap mendapat bayaran dari kegiatan yang dilakukannya.

Tiap bulan, pesantren mampu memproduksi 65 ton kopi dari kebun seluas 615 hektare di Tulung Agung, Jawa Timur. Ia menyebutkan, permintaan sebenarnya melebihi produksi. Para santri juga memiliki keterbatasan waktu karena juga butuh waktu belajar.

"Saya mendirikan pesantren ini memang tujuannya adalah mengembangkan kewirausahaan bagi santri. Apa yang dikembangkan di pesantren ini bisa diadopsi di pesantren lain agar para santri setelah lulus, bisa mandiri, dan merdeka secara ekonomi," katanya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini