Soal Jumatan di Jalanan, MUI: Salat Selain di Masjid Hukumnya Sah

Achmad Fardiansyah , Okezone · Jum'at 25 November 2016 06:47 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 25 337 1550858 soal-jumatan-di-jalanan-mui-salat-selain-di-masjid-hukumnya-sah-KMY2xOV1gt.jpg Ilustrasi (Okezone)

JAKARTA – Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tengku Zulkarnain, menegaskan melaksanakan salat Jumat selain di masjid hukumnya sah.

Menurut Zulkarnain, dalam kitab Majmu Syarhul Muhadzab Jilid 4 halaman 50 yang ditulis Imam Nawawi bahwa salat Jumat bisa dilaksanakan tidak hanya di masjid.

"Dalam kitab tersebut dinyatakan bahwa tidak disyaratkan salat Jumat mesti di masjid," katanya kepada Okezone, Jumat (25/11/2016).

Dalam kitab itu juga menjelaskan, salat Jumat selain bisa dilaksanakan di masjid bisa dilaksanakan di tanah lapang.

"Boleh, sah (salat tempat terbuka) artinya bukan masjid. Itu bisa artinya di lapangan, padang pasir, bahkan jalan sekalipun," tuturnya.

Ia melanjutkan, memperbolehkan melaksanakan salat Jumat selain di masjid juga dikuatkan hadis sahih yang menjelaskan seluruh tempat di bumi ini bisa dijadikan tempat untuk salat, kecuali kuburan dan toliet.

"Al ardu kulluha masjid illa makbaro wal haman. Artinya, semua bumi adalah masjid kecuali di kuburan dan toilet, itu hadis sahih," tegasnya.

Jadi dua pendapat ini sangat kuat, bahkan Imam Nawawi merupakan rujukan mazhab Syafi’i seluruh dunia yang dijadikan rujukan para imam-imam mazhab Syafi’i jika terjadi perbedaan pendapat.

"Imam Nawawi itu kan rujukan mazhab Syafi’i seluruh dunia. Jika terjakdi khilaf, terjadi perbedaan pendapat di kalangan imam-imam dalam mazhab Syafi’i, yang diambil Iman nawawi," katanya.

Sebagaimana diberitakan, sebagian kaum muslimin akan mengelar salat Jumat pada tanggal 2 Desember nanti di sepanjang Jalan Sudirman-MH Thamrin,

Mengetahui hal itu, salah satu tokoh Nahdlatul Ulama, Mustofa Bisri (Gus Mus) angkat bicara bahwa salat Jumat di jalan merupakan perbuatan bid'ah besar.

"Aku dengar kabar di Ibu kota akan ada jumatan di jalan raya, mudah-mudahan tidak benar, kalau benar, wah dalam sejarah Islam sejak zaman rasul baru kali ini ada bid'ah sedemikian besar. Dunia Islam pasti heran," kata Gus Mus.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini