Polri Tetapkan Lima Tersangka Teror Bom di Samarinda

Dara Purnama, Okezone · Kamis 17 November 2016 11:28 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 17 337 1543804 polri-tetapkan-lima-tersangka-teror-bom-di-samarinda-znAZeljj9C.jpg Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar (Arif/Okezone)

JAKARTA - Polri menetapkan lima orang tersangka dalam aksi teror bom molotov di Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur, yang menewaskan seorang balita bernama Intan Olivia Marbun. Satu di antara tersangka adalah Juhanda, residivis kasus bom buku.

"Hari ini, di Samarinda itu tersangka sudah jadi lima yang positif jadi tersangka termasuk Juanda (pelaku)," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (17/11/2016).

Mantan Kapolda Banten ini menjelaskan, sebelumnya Densus 88 Antiteror sudah menangkap 21 orang terkait teror bom di Samarinda. Lima orang ditetapkan sebagai tersangka termasuk Juhanda yang melempar bom molotov ke Gereja Oikumene, Samarinda, pada Minggu 13 November 2016. Sementara sisanya masih diperiksa.

"Jadi yang lain-lainnya belum. Karena ada waktu 7 x 24 jam kita tunggu," katanya.

Akibat aksi teror bom di Samarinda balita tak berdosa bernama Intan Olivia Marbun harus meninggal dunia. Tersangka Juhanda yang melempar bom diketahui sebagai residivis kasus teroris bom buku dan bom Serpong.

Dia merupakan bagian dari jaringan Pepi Fernando yang saat ini mendekam di Lapas Nusakambangan. Pepi sendiri berbaiat kepada ideolog Jamaah Ashorut Daulah (JAD) Aman Abdurrahman.

 

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini