GELAR PERKARA AHOK: Ekspose Kasus Penistaan Agama Dinilai Cacat Hukum

Agregasi Sindonews.com, · Selasa 15 November 2016 13:51 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 15 337 1541910 gelar-perkara-ahok-ekspose-kasus-penistaan-agama-dinilai-cacat-hukum-k8Nk8P3GH8.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Salah satu pelapor kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menilai gelar perkara cacat secara yuridis. Pasalnya, gelar perkara itu tak dihadiri semua pelapor.

Salah satu pelapor, Muhammad Burhanuddin mengaku, dirinya dilarang mengikuti gelar perkara dugaan kasus penistaan agama tersebut di Gedung Rupatama Mabes Polri.

Alhasil, Burhanuddin kecewa karena sejak awal polisi menyatakan gelar perkara dilakukan secara terbuka dan dihadiri semua pihak, termasuk pelapor.

"Namun faktanya, hari ini tidak mengakomodir semua pelapor. Jadi bisa dikatakan ini cacat secara yuridis," ujarnya saat berbincang dengan wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo Nomor 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (15/11/2016).

Menurut Burhanuddin, seharusnya polisi memegang pernyataan untuk menghadirkan semua pelapor sehingga gelar perkara itu dikatakan benar-benar terbuka. Tak ada alasan bagi polisi untuk tidak mengikutkan semua pelapor.

"Ya, namanya pelapor, mau satu, dua, seribu pun harus didatangkan semua. Katanya yang masuk cuma lima, 10 di luar. Alasan tidak bisa masuk karena tidak ada di daftar namanya (undangan). Kata polisi, kewenangan memberi penjelasan adalah Kabareskrim," katanya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini