DPR Minta Intelijen Tingkatkan Kinerja Cegah Aksi Teror

Bayu Septianto, Okezone · Selasa 15 November 2016 12:08 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 15 337 1541785 dpr-minta-intelijen-tingkatkan-kinerja-cegah-aksi-teror-xBRrQwC2RV.jpg Polisi berjaga di depan Gereja Oikemene, Samarinda, Kaltim, usai terjadi pelemparan bom molotov (Antara)

JAKARTA - Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari, menyayangkan aksi teror yang terjadi di dua rumah ibadah yakni Gereja Oikumene, di Samarinda, Kalimantan Timur, dan Vihara Budi Dharma di Singkawang, Kalimantan Barat.

Pelaku dinilai tak melihat sasaran dalam melakukan terornya. Pasalnya lima balita menjadi korban di mana satu di antaranya meninggal dunia akibat terkena bom di depan Gereja Oikumene.

"Ini korbannya menyasar anak-anak dan pelakunya smepat kabur. Berbeda dengan bom bunuh diri kebanyakan. Korban tidak melihat anak atau orangtua," ujar Kharis, Selasa (15/11/2016).

Menurut Kharis, seharusnya peristiwa seperti ini bisa dicegah lebih dini. Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu meminta pihak intelijen bekerja lebih maksimal sehingga peristiwa serupa tak terjadi lagi ke depannya.

"Ketika intelejen kita bekerja saya kira enggak sampai meletus seperti ini. Berarti intelijen kita harus kita maksimalkan," jelas Kharis.

Ia berharap Badan Intelijen Negara (BIN) yang saat ini dipimpin Budi Gunawan untuk lebih meningkatkan kinerja agar kejadian teror seperti dua hari terakhir tak terulang kembali.

"Harapannya BIN tidak kecolongan lagi. Kalau saya melihat, peralatannya masih relatif kurang canggih ya kita dukung dengan peralatan yang canggih. Pak Budi Gunawan baru memulai soalnya," harapnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini