Berkaca Bom Samarinda, Penanganan Terorisme Harus dari Hulu ke Hilir

Qur'anul Hidayat, Okezone · Selasa 15 November 2016 09:10 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 15 337 1541636 bom-samarinda-nuning-penanganan-terorisme-harus-dari-hulu-ke-hilir-VKzHYEkkvs.jpeg

JAKARTA - Pengamat Intelijen, Nuning Kertopati mengutuk ledakan di Jalan Ciptomangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda yang menewaskan seorang bocah bernama Intan Olivia Marbun.

“Kita semua marah dan mengecam teror di Samarinda hingga menewaskan seorang anak kecil bernama Intan. Teror di negara kita patah tumbuh hilang berganti. Beragam jaringannya dan visinya. Tetapi apapun Jihad dalam wujud teror itu harus dihentikan. Pemikiran radikal harus segera dicegah, ditangkal,” kata Nuning dalam keterangannya, di Jakarta, Selasa (15/11/2016).

Menurut Nuning, fenomena terorisme tidak bisa dipandang hanya sebatas persoalan ideologis, namun juga persoalan ketidakseimbangan sosiologis. Hal inilah yg bisa menimbulkan kesenjangan ekonomi,pendidikan dan represi politik. Meskipun, lanjutnya, tak ada faktor penyebab pasti timbulnya terorisme.

“Ideologi hanya berperan sebagai faktor mobilisasi massa,” ujarnya.

Hanya yang disayangkan, kata Nuning, selama ini penanganan terorisme tak dilakukan dari hulu hingga hilir, juga tanpa penelitian yang mendalam tentang embrio terorisme di Indonesia. Mediapun menurutnya kerap hanya membahas kejadian dan tindakan represif aparat, tanpa melihat permasalahan secara holistik.

“Pencegahan dan penanggulangan terorisme itu harus integral libatkan tokoh masyarakat,agama,sosbud dan pendidikan serta departemen-departemen terkait sosial, agama, pendidikan hingga 17 kementerian terkait,” tegasnya.

“Deradikalisasi juga harus gunakan pendekatan yang tepat, termasuk pendekatan sosial budaya. Masyarakat juga harus diajak berperan aktif mengawasi lingkungannya agar terbebas dari hadirnya paham radikal diantara warga setempat. Proses pelaporan identitas warga juga harus kembali dibenahi dan dijalankan dengan baik.

Atas dasar itu, semua pihak tak bisa hanya menyalahkan Polri,TNI, BIN terkait terorisme di Indonesia. “Seluruh elemen masyarakat harus bersatu padu melawan terorisme ini,” harapnya.

Lebih jauh menurut Nuning, penanganan terorisme dan radikalisme bisa dilakukan dengan program khusus pemerintah untuk ketahanan masyarakat dan bangsa, mulai dari tingkat RT/RW, kelurahan, dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Tujuannya untuk pembinaan dan pengawasan, meningkatkan kepedulian dan toleransi yang belakangan kehilangan rohnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini