LPSK: Korban Terorisme Punya Hak Rehabilitasi dan Kompensasi

Syamsul Anwar Khoemaeni, Okezone · Selasa 15 November 2016 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 15 337 1541517 lpsk-korban-terorisme-punya-hak-rehabilitasi-dan-kompensasi-OVCPGA9aHR.jpg

JAKARTA – Sebuah bom molotov meledak di depan gereja di Samarinda. Menanggapi hal tersebut, Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Abdul Haris Semendawai menegaskan korban terorisme merupakan korban tindak pidana yang mendapat prioritas perlindungan.

Perlindungan tersebut diantaranya adalah pendampingan fisik, rehabilitasi medis, rehabilitasi psikologis, dan fasilitasi permohonan tuntutan kompensasi. "Semua itu sudah diatur dalam UU Perlindungan Saksi dan Korban", ujar Semendawai kepada Okezone, Selasa (15/11/2016).

Semendawai berharap perhatian kepada korban berkesinambungan, tidak hanya saat kasus ini masih menjadi perhatian luas. Hal ini terjadi pada kasus terorisme di Thamrin dimana perhatian pemerintah baik pusat maupun daerah surut seiring berkurangnya perhatian masyarakat.

"Ini jangan terjadi lagi di Samarinda dan Korban terorisme lainnya, karena pemulihan korban harus total. Tidak bisa setengah-setengah apalagi hanya sesaat", pungkasnya.

Seperti diketahui, sebuah aksi terorisme terjadi di Gereja Oikumene Samarinda. Akibatnyaseorang bocah, Intan Marbun meregang nyawa setelah dirawat karena menderita luka bakar parah. (sym)

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini