nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Banyak Koruptor Buntut Proses Amandemen UUD Tak Berjalan Sehat

Arief Setyadi , Jurnalis · Jum'at 11 November 2016 23:43 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 11 11 337 1539460 banyak-koruptor-buntut-proses-amandemen-uud-tak-berjalan-sehat-asZNNuBIe2.jpg Korupsi (Foto: Ilustrasi)

JAKARTA - Persoalan bangsa yang terjadi di Tanah Air mulai dari pelaksanaan pemilu yang justru melahirkan banyak koruptor merupakan buntut dari proses amandemen UUD 1945 yang tidak berjalan sehat. Padahal, amandemen sudah dilakukan sebanyak empat kali sejak 1999.

“Kita harus mengakui kalau proses amandemen itu tidak dilakukan dengan baik. Sehingga dirasakan oleh sebagian besar masyarakat berjalan dalam keadaan yang tidak sehat, misalkan dalam persoalan pemilu melahirkan pemimpin-pemimpin yang cenderung bergelimang dalam korupsi,” kata akademisi dari Universitas Uhamka, Desvian Bandarsyah, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/11/2016).

Dalam diskusi yang diselenggarakan Gerakan Mahasiswa Indonesia bertajuk "Kembali ke UUD’1945: Sebuah Kemajuan atau Kemunduran?, Desvian menegaskan, untuk menyelesaikan persoalan tersebut menjadi tugas elite, partai politik dan pengambil kebijakan untuk memberikan pencerahan terhadap masyarakat. Bila tidak dilakukan maka kehidupan berbangsa dan bernegara akan selalu diwarnai dengan praktik politik uang.

“Namun, sepanjang itu tidak dilakukan, maka yang terjadi seperti hari ini, yaitu bagaimana kondisi politik di Indonesia penuh dengan money politic, harganya mahal, yang kemudian membuat kehidupan berbangsa dan bernegara semakin tercederai dan ketidakpuasan berkembang secara luas,” ujarnya.

Maka, sambung Desvian, dalam menuntaskan persoalan yang terjadi belakangan ini di Tanah Air bukan semata-mata kembali kepada UUD sebelum amandemen. Melainkan diperlukan kepedulian banyak pihak untuk menuntaskannya bersama-sama, terutama para pengambil kebijakan. (Ari)

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini