Besok Bareskrim Serahkan Adik Bambang Widjojanto ke Kejagung

Dara Purnama, Okezone · Rabu 02 November 2016 23:31 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 02 337 1531450 besok-bareskrim-serahkan-adik-bambang-widjojanto-ke-kejagung-EXFR5u8ERT.jpg Haryadi Budi Kuncoro usai menjalani pemeriksan di KPK beberapa waktu lalu. (Foto: Antara)

JAKARTA - Dua tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan 10 unit mobile crane di Pelabuhan Tanjung Priok oleh PT Pelindo II akan diserahkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung), Kamis 3 November 2016 pagi.

Mereka adalah mantan Direktur Teknik Pelindo II Ferialdy Noerlan dan mantan Senior Manager Peralatan PT Pelindo II Haryadi Budi Kuncoro yang juga adik mantan Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto.

Keduanya saat ini sudah ditahan di Rumah Tahanan Bareskrim yang sementara berada di Polda Metro Jaya. Dari rutan, kedua tersangka akan dibawa ke kantor Bareskrim sebelum diserahkan ke Kejagung.

"Besok pukul 07.00 WIB untuk tersangka HBK dan FN akan dilimpahkan dari kantor Bareskrim di Kompleks Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), Gambir Jakarta Pusat ke Kejaksaan Agung," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Agung Setya melalui pesan singkatnya, Rabu (2/11/2016).

Agung juga mempersilahkan awak media untuk mengambil gambar kedua tersangka yang merugikan negara hampir Rp46,5 miliar. Kedua tersangka ditangkap pagi ini pasca Kejaksaan Agung menyatakan berkas perkara keduanya lengkap atau P21. Mereka diketahui tengah bermain golf di tempat yang berbeda.

"HBK ditangkap pukul 09.06 WIB di Gading Mas Driving Range Kelapa Gading sedangkan FB ditangkap pukul 10.40 WIB di Emeralda Golf Club Cimanggis Depok," kata Agung.

Kasus ini berawal saat penyidik menemukan sepuluh mesin derek yang semestinya dikirim ke delapan pelabuhan berbeda justru mangkrak di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Polisi menduga ada motif korupsi di balik pengadaan alat-alat berat itu karena apa yang terjadi tidak sesuai dengan rencana pengadaan yang sudah ditetapkan. Keduanya dan mantan Direktur Utama RJ Lino mengatakan perubahan itu wajar saja dalam sebuah perusahaan.

(fas)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini